Selamat Beristirahat Fiersa Besari!

    Cecylia Rura - 12 Januari 2020 14:05 WIB
    Selamat Beristirahat Fiersa Besari!
    Fiersa Besari dalam konser Menuju Istirahat di Upper Room Annex Building, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Januari 2020. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
    Jakarta: Fiersa Besari resmi menggelar panggung Konser Menuju Istirahat dengan 20 lagu terbaiknya. Bersama celoteh basa-basi yang menghibur, Fiersa Besari memulai panggungnya di pukul 20.30 WIB dengan Juara Kedua.

    "Jadi, biasanya kalau nonton Fiersa Besari berdiri, ya. Tapi sengaja malam ini dibikin duduk. Bakal ada beberapa lagu yang jarang dibawain malam ini. Dan, rata-rata lagunya enak dinikmatin sambil duduk," kata pria asal Bandung itu di Upper Room Annex Building, Jakarta Pusat, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Atmosfer yang dibangun senyaman mungkin dan tampak berkelas. Kendati begitu, area indoor tersebut masih bisa bergemuruh dengan celetuk-celetuk canda dan rayuan ala akang-akang Bandung dari Fiersa.

    "Saya sudah janji ke tim panitia enggak lawak tapi susah," kata Fiersa.

    Dalam daftar 20 lagu, Fiersa membawakan lagu Rumah, Sepasang Pendaki, Melangkah Tanpamu, Cerita Panjang di Hidup yang Singkat sebagai pemanasan sesi menit-menit awal. Tiba di lagu Temaram, Fiersa memberikan kesenduannya.

    "Ini lagu memang cocok dinikmati saat duduk. Jarang dibawain juga," ungkapnya.

    Mendengar 20 lagu yang akan dibawakan, ekspektasi awal tampaknya lagu-lagu itu kelewat banyak. Namun rupanya reportoar memang disusun sedemikian rupa agar penonton nyaman duduk di bangkunya.

    "Jarang saya ditonton sama orang-orang sambil duduk, tapi jadi lebih fokus," katanya yang terus menyilangkan gitar dengan bahu kirinya.

    Fiersa pun mengajak rekan-rekan duetnya di beberapa singel seperti Vica saat membawakan Edelweiss dan Tantri Sundari saat membawakan Waktu yang Salah. Fiersa pun mengajak penonton sedikit mengingat orang-orang tersayang yang telah berpulang melalui lagu Lembayung.

    Kendati kabut gundah gulana menyelimuti lagu-lagu Fiersa Besari, dia tak menyalahkan kepedihan yang dialaminya. Perasaan di titik terendah dalam hidupnya itu dijadikan sebagai amunisi berkarya.

    "Orang-orang galau adalah orang yang amunisinya paling lengkap untuk berkarya," ungkapnya.

    Fiersa Besari ikut membawakan April, Bukan Lagu Valentine, Hingga Napas Ini Habis, Samar, Garis Terdepan, Belum Punah, Nadir, Selindung, Lembayung, Hidup Kan Baik Baik Saja, Waktu Yang Salah, Pelukku untuk Pelikmu, dan ditutup Celengan Rindu.

    Sebelum memulai konser, Fiersa Besari menjelaskan dia memilih rehat sejenak hanya dari panggung musik selama setahun. Dia tetap berkarya bermusik sambil meneruskan perjalanannya mendaki gunung dan mengendapkan ide untuk menelurkan karya yang lebih segar.

    "Intinya pingin lebih menenangkan diri dulu saja. Saya rasa banyak sekali orang ketika namanya naik, terus aja dikejar dunia terus lupa akhirat. Saya juga nanti kangen lagi karena kalau terlalu banyak manggung kita jadi lupa esensi senang-senang tapi lama-lama jadi repetisi," kata Fiersa kepada media.

    Selamat beristirahat, Kang Fiersa Besari!

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id