Aturan Restoran Bayar Royalti, Yovie Widianto Minta Publik Tak Panik

    Sunnaholomi Halakrispen - 12 April 2021 20:20 WIB
    Aturan Restoran Bayar Royalti, Yovie Widianto Minta Publik Tak Panik
    Yovie Widianto (Foto: medcom)



    Jakarta: Musisi Yovie Widianto menanggapi ramainya perbincangan publik terkait Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang royalti lagu/musik. Menurutnya, publik tak perlu panik.

    Ia mengatakan bahwa peraturan tersebut harus dicermati dengan seksama. Sebab, tidak semua restoran atau pelaku usaha yang menggunakan lagu dan atau musik, dikenakan biaya yang sama untuk royalti lagu.






    "Kalau restorannya tidak besar, tidak ramai orang, bukan berarti dia harus bayar serta-merta begitu saja. Tidak. Tapi tergantung juga segi pemasukannya. Ada hitung-hitungannya yang harus tersosialisasikan dengan baik," tutur Yovie dalam Primetime News Metro TV.

    "Ini pun saya juga harus mempelajari lagi dan harus lebih paham lagi detailnya seperti apa undang-undangnya," tambahnya.

    Begitu juga mengenai nominal angka atau value yang didapatkan para musisi atau komposer lagu. Bagi Yovie, detail perhitungannya masih perlu dipelajari supaya paham betul.

    Selain itu, regulasi yang ditata oleh pemerintah sebaiknya adil, tidak hanya baik untuk para pegiat industri musik. Melainkan, juga baik bagi masyarakat yang mendengarkan karya musik tersebut.

    "Artinya ketika dia menggunakan ini di restorannya, mereka bebas menggunakannya sesuai dengan apa yang mereka keluarkan. Jadi undang-undang ini harus bermaslahat bagi semua stakeholder. Baik musisi, masyarakatnya, semuanya," paparnya.

    Di sisi lain, pemutaran atau penggunaan lagu di lingkup acara perkawinan pun tak perlu dipusingkan masyarakat. Dalam hal ini, pengurusan terkait royalti dapat ditanggung oleh pihak penyelenggara acara seperti event organizer (EO).

    "Kalau yang saya tahu, jika di acara perkawinan, si penyanyi dan band-nya enggak harus bayar. Yang harus bayar itu EO-nya dan angka besarannya yang akan kita lihat. Saya berharap, besarannya tidak memberatkan siapa pun," ucapnya.

    "Saya ingin juga penyanyi dan band di kawinan dan pengusaha tidak terberatkan. Tapi rasanya dibanding pajak yang 21 persen dengan PPN, enggak ada apa-apanya seharusnya," pungkasnya.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id