Klarifikasi Promotor Prambanan Jazz 2017 Terkait Pernyataan Afgan

    Agustinus Shindu Alpito - 20 Agustus 2017 18:40 WIB
    Klarifikasi Promotor Prambanan Jazz 2017 Terkait Pernyataan Afgan
    (Foto: IST)



    medcom.id, Yogyakarta: Penyanyi solo Afgan lewat media sosial Instagram mengungkapkan pengalamannya tampil di ajang Prambanan Jazz 2017, pada Sabtu (19/8/2017). Dalam penampilannya, Afgan mengalami persoalan teknis yang menyebabkan aksinya kurang maksimal.

    Anas Syahrul Alimi, CEO Rajawali Indonesia, promotor Prambanan Jazz, mengklarifikasi atas apa yang dialami Afgan.

     



    Ditemui di Media Lounge Prambanan Jazz 2017, Minggu (20/8/2017), Anas meminta maaf atas apa yang terjadi kemarin malam.

    "Kami sudah minta maaf, mereka kecewa ya kami maklumi. Kesalahan kami menjaga rundown tidak tegas check line dan check sound. Beberapa artis kami (ajak) negosiasi untuk mengurangi jumlah lagu dan mereka oke (setuju), Padahal, pas hari pertama enggak apa-apa. Promotor minta maaf (kepada) Afgan. Ini hal paling sulit yang kami ambil. Kami minta maaf dengan penggemar Afgan. Itu yang sebenarnya terjadi, kami sudah memberikan solusi," kata Anas.

    Anas juga menjelaskan bahwa insiden berpangkal pada manajemen waktu yang memiliki efek domino terhadap berkurangnya durasi para penampil.

    "Promotor akan beri pengumuman kalau Afgan main habis Sarah (Brightman). Tetapi manajemen (Afgan) tidak mau, dan tetap minta main ditabrakan (dengan Sarah). Kami harus menyelamatkan event. Oke (jumlah) lagu disepakati, kami ambil risiko akhirnya. Mereka (manajemen Afgan) tidak mau sama sekali dinegosiasi. Saya putuskan tetap jalan dengan mengurangi (volume) suara. Begitu (Afgan) main, ternyata suaranya bocor ke panggung sebelah (panggung Sarah tampil). Tidak ketemu (jalan tengah) tetapi terjadi salah paham."

    Afgan yang Berdiri untuk Penggemar

    Afgan sendiri memutuskan untuk tetap melanjutkan penampilannya dengan pertimbangan empati terhadap Afganisme (sebutan penggemar Afgan).

    Metrotvnews.com  yang berada di antara Afganisme saat Afgan tampil merasakan ada koneksi yang kuat antara Afgan dan penggemarnya. Para penggemar bukan saja hafal lagu-lagu Afgan, dan semata bernyanyi besama. Mereka benar-benar seperti menjadi bagian dari Afgan.

    "Saya jauh-jauh dari Bandung ke sini untuk melihat Afgan," ujar Wiwid, salah satu penonton yang ditemui usai Afgan tampil.

    Klarifikasi Promotor Prambanan Jazz 2017 Terkait Pernyataan Afgan
    (Foto: Agustinus Shindu Alpito)

    Afgan sebenarnya bisa saja melenggang pulang dan menerima honor tanpa perlu tampil. Namun dia mengemban tanggungjawab yang besar, yaitu harapan-harapan para Afganisme. Mengingat karier gemilang Afgan di industri musik yang tidak lepas dari dukungan Afganisme.

    "Hak setiap orang yang kecewa boleh, tetapi kewajiban kami untuk minta maaf dengan hal yang terjadi. Ini adalah pilihan tersulit yang harus kami ambil. Itu hasil paling kompromis. Kami meminta maaf kepada fans Afgan. Kami coba perbaiki segala sesuatunya tahun‎ depan," ujar Anas menutup sesi klarifikasi di hadapan awak media.

    Prambanan Jazz 2017 digelar selama tiga hari, mulai 18-20 Agustus, di kawasan Candi Prambanan. Ajang yang mempertemukan budaya, sejarah, dan musik ini menampilkan puluhan penampil dalam negeri, juga penampilan beberapa musisi dari luar negeri.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id