Nova Ruth Rilis Album Debut "Napak Tilas"

    Medcom - 07 November 2019 14:34 WIB
    Nova Ruth Rilis Album Debut
    Nova Ruth (Foto: Dok. Nova Ruth)
    Jakarta: Nova Ruth Setyaningtyas akhirnya merilis album solo pertamanya. Setelah lama berproses dengan Filastine dan beberapa proyek hip-hopnya, Nova merilis album yang diberi judul Napak Tilas pada Malang Cassete Store Day 2019 bersama Barongsai Record. Antologi album ini berisi 10 lagu yang merupakan beberapa lagu baru dan juga gubahan dari lagu-lagu yang diciptakannya bersama Filastine.

    Album Napak Tilas ini berisi perjalanan musik Nova dari hip hop hingga menemukan Jawa. Proses pembuatan album ini bersamaan pula dengan penemuan Nova akan "Jawa" sebagai kata yang berarti "baik." Nova seperti diberi petunjuk, mulai dari pengenalan leluhurnya dari Sulawesi sampai tanah Jawa. Napak Tilas yang berarti perjalanan, merupakan hasil olah batin pengembaraannya hingga bertemu dengan jejak-jejak leluhur.

    Proses produksi album ini dimulai pada Agustus tahun lalu. Saat itu Nova juga mulai diberikan dana hibah dari Cipta Media Kreasi. Penggarapannya pun dibuat sekitar 3 sesi karena ingin eksplorasi pada live recording, hingga Nova mencapai kepuasan rasa yang 'live' dalam album.

    Penata suara pada album ini adalah Bambang Iswanto, vokalis dari The Morning After, yang juga merekam ambience field recording demi mendukung rasa yang live tersebut. Dalam album ini, dari sisi musikalitas dan produksi, Nova Ruth dibantu oleh Grey Filastine, Sylvia Indriyani, Bambang Iswanto, Andre Toke', Pungky, Jessika Kenney, Toto Tewel, Vania Marisca, Kuro, dan Omen Monohero.

    Nova sangat menyukai eksplorasi panggung sendiri karena sering latihan vokal untuk Filastine. Ia menemukan cara yang menyenangkan saat prosesi akustik hingga mendapat respon baik dari teman-teman terdekatnya. Seniman asal Malang ini pun lantas ingin membuat pendengarnya terpecah menjadi dua. Ketika Nova berduet bersama Filastine dan saat sendiri saja. Nova ingin melucuti elemen elektronik terutama frekuensi rendah demi memperdengarkan suara apa yang dihasilkan tanpa proses yang rumit.

    Album ini tidak dapat dimasukkan ke semua genre, namun ada benang merahnya, yaitu kejujuran. Semua lagu ini Nova tulis secara momentum saat Ia melihat atau merasakan dengan harapan resonansinya dapat sampai ke kalbu para pendengar tanpa kerumitan kualitas teknik dan skill.

    Pada albumnya ini, Nova membawakan lagu-lagu dengan bahasa Indonesia, Inggris, dan juga Jawa. Seperti lagu Wong Kang Murka dan Macapat Pangkur contohnya. Keberadaan lagu-lagu ini muncul karena keinginan untuk berdo'a dengan cara yang membuatnya lebih nyaman untuk melakukannya. Nova merasakan keindahan nada akan lagu itu dari yang Ia pelajari tanpa Ia sadari.

    Memutuskan pulang adalah pilihan jitu yang dengan tegas dan sadar Nova pilih. Karena kondisi ekologi yang semakin genting, pemanasan global, dan juga banyak permasalahan di muka bumi lainnya. “Harapan saya, ingin menyebarkan kebaikan sambil menyuarkan suara alam yang tidak sabar untuk kembali disayang oleh manusianya, terutama di Indonesia, meskipun tidak dengan cara yang massive.”


    Lagu: Hidupi Duniaku, Burung, Plong, Wong Kang Murka, Liminalitas, Kalamakara, Fenomena Surga, Di Antara Perbatasan, Debu Jalanan, dan Macapat Pangkur.

     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id