comscore

Kunto Aji Meretas Dimensi Pilu di Panggung Mantra Mantra Live

Cecylia Rura - 19 Desember 2019 10:27 WIB
Kunto Aji Meretas Dimensi Pilu di Panggung Mantra Mantra Live
Konser Mantra Mantra Live Plus Plus Kunto Aji (Foto: Medcom/Cecylia Rura)
Jakarta: Meski sudah berusia satu tahun, Mantra Mantra Kunto Aji masih bergelora. Secara harfiah, mantra dalam album Kunto Aji menyesap lewat sembilan nomor lagu yang tak muluk-muluk diberi judulnya.

Pandangan saya sejak memasuki area Basket Hall Senayan Rabu petang hari, 18 Desember 2019, hampir semua lapisan anak muda termasuk kalangan musisi hadir menantikan peribadatan akbar panggung Kunto Aji. Ya, di antara penggemar Kunto ada Tulus, Baskara Putra, Reza Candika, Gamaliel, Abigail, Cantika, Sal Priadi, Petra Sihombing yang ikut berdiri menyaksikan perhelatan akbar Kunto. 
Tersusun rapi dengan penonton terseleksi yang memang siap menyaksikan sang idola, tak ada keributan tapi nanar teman-teman menatap ponsel menantikan teman konser untuk menyaksikan Mantra Mantra. Kunto Aji memulainya dengan Sulung bersama sorot lampu merah menyala dari panggung di pukul 20.00 WIB.

Seperti judulnya, Mantra Mantra Live Plus Plus berarti ada bonus lagu Kunto yang lain ikut berdengung. Setelah Sulung, Jakarta Jakarta, dan Konon Katanya, ada Akhir Bulan. Bukan Kunto Aji kalau tidak berbeda. Setelah sinar lampu redup, praktisi  kesehatan Adjie Santosoputro sejak awal diperkenalkan sebagai legalisasi panggung ini adalah rumah penyembuhan luka batin.

"Perkenalkan, nama saya Adjie Santosoputro. Saya praktisi pemulihan batin. Apa kabar? Setiap kali ditanya apa kabar otomatis kita menjawab dengan kabar kita baik. Saking otomatisnya, kita menjadi tidak jujur pada diri sendiri. Kita menjadi tidak peka pada apa yang sedang kita rasakan," ucap Adjie dari panggung dengan busana serba putih.

Adjie Santosoputro mengajak penonton menyesapi masa lalu dan berdamai dengan diri sendiri. Tidak seperti dalam panggung biasanya, bukan Kunto Aji yang lebih dulu berbicara. Kehadiran Adjie menegaskan perayaan setahun Mantra Mantra bukan sekadar hura-hura atau menangisi pilu di dimensi masa lalu. Adjie hadir sebagai solusi penyalur energi yang lama tertimbun.

"Konser ini semacam uluran tangan teman-teman. Uluran tangan yang mengajak kita untuk menemui kenangan-kenangan masa lalu yang terselip penyelasan yang selama ini berusaha kita lupakan. Uluran tangan untuk menemui ketakutan-ketakutan perihal masa depan yang bercampur aduk antara kenyataan dan harapan," kata Adjie.

Konser ini dibagi dalam empat fase. Agaknya terlalu kaku jika ada pertanyaan, kenapa harus empat fase? Sebab, jawaban ini hanya diperoleh dari penonton yang memang melalui dimensi Mantra Mantra semalam.

Fase pertama dilalui, fase kedua disambut dengan lagu Saudade. Nomor lagu ini termasuk yang terfavorit meski bukan lagu wahid dalam Mantra Mantra. Lalu ada Topik Semalam, Amatiran, dan sedikit jeda sebelum memasuki fase ketiga.

Dalam fase ketiga ada penyegaran dari album Generation Y, adalah Suara, Ekspektasi, dan Mercusuar. Dalam fase yang terbilang cukup sadar bagi saya di barisan penonton, Kunto Aji mulai menyapa teman-teman, dilanjutkan membawakan lagu Pengingat dan Rancang Rencana.

"Selamat malam teman-teman. Saya enggak bisa bilang apa-apa sama kalian. Saya cuma bisa bilang terima kasih," ucap penyanyi asal Yogyakarta itu.

"Semoga semua kebaikan, apresiasi kalian bisa berbalik berkali-kali lipat. Saya cuma bisa bilang terima kasih banyak. Selamat menikmati, ini adalah (...) ini desain yang saya pesiapkan untuk kalian semua. Terima kasih sudah menjadi bagian sejarah ini," ucap Kunto diselingi jeda hembusan napas. Entah apakah Kunto menangis, tak begitu tampak dari kejauhan.

Puncak acara memasuki fase keempat. Suara-suara notasi dari sejumlah instrumen memainkan intro Pilu Membiru. Secuplik obrolan dari Pilu Membiru Experience didengungkan. Kemudian, masing-masing tiga pemain biola dari sayap kiri dan kanan bangku penonton mendapat sorot lampu untuk memulai fase terapi hening dari Adjie Santosoputro.

"Dengan hening, berdiam diri sejenak. Kita akan lebih bisa menengok dan menyelami kondisi diri sendiri," tutur Adjie di sudut kiri panggung dari arah mata penonton.

Kira-kira dalam terapi 10 menit, penonton Festival yang berdiri dipersilakan duduk. Terapi hening ini dibagi dalam tiga bagian. Puncak acara ini disulap bak kebaktian bersama untuk menyelami pikiran dan kesadaran diri. Baru kali ini suasana konser spontan terasa hening di tengah acara. Yang bergeming hanya suara Adjie. Pada sesi ini, adalah momen personal perseorangan yang tak bisa dideskripsikan. Ada yang berpelukan, terdengar isak tangis, dan ada yang tersenyum.

Dari bangku penonton, tampak Gina S. Noer dan Salman Aristo pun mengikuti alur konser dengan sepenuh hati. Mereka sempat berpelukan dalam sesi terapi hening usai Pilu Membiru dibawakan. 

Rehat menjadi pengantar penutup konser Mantra Mantra Live Plus Plus. Seperti dalam repertoar album, peribadatan akbar ini ditutup dengan lagu Bungsu dan pecahan sinar pantulan dari lampu disko.

Setiap lagu yang dibawakan Kunto Aji dalam panggung Mantra Mantra Live disertai warna-warna dengan pemahaman teori pseudoscience. Termasuk ketika backdrop panggung membawakan semburat warna dan gambar gerhana bulan lingkaran penuh.

Kunto Aji berpamitan dari atas panggung. Seusai jumpa media, dia pun lugas melangkahkan kaki keluar dari jadwal semestinya, meluangkan waktu untuk bersalaman dan melempar senyum kepada penggemar yang memekikkan nama Kunto Aji dari balik pagar besi.

"Mas Kunto! Terima kasih, Mas!" ucap seorang penonton perempuan.

Kunto Aji dalam masa depan tak sekadar dikenang sebagai musisi biasa. Progres berjuang dari bawah, menapaki kompetisi dan seleksi, pada akhirnya karya yang menorehkan sejarah penting bagi pendengar. Piala berbalut emas mungkin tak sepadan dengan memori yang tertanam di benak generasi sekarang sebagai saksi perjalanan musik Kunto Aji. Penghargaan terbesar bagi seorang musisi adalah ketika ada menyediakan telinga untuk mendengar karya sang musisi dan merasuk dalam dimensinya.

Tabik, selamat dipulihkan dan memasuki fase kehidupan yang lebih baik untuk penonton panggung Mantra Mantra.



(ASA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id