Yura Yunita Bikin Loka Karya untuk Difabel

    Dhaifurrakhman Abas - 02 Desember 2019 18:50 WIB
    Yura Yunita Bikin Loka Karya untuk Difabel
    Yura Yunita (Foto: Medcom/Abas)
    Jakarta: Penyanyi Yura Yunita bakal membuat rangkain loka karya bertajuk Merakit Ruang Kolaborasi di M Bloc Space, Jakarta pada 15 dan 20 Desember 2019. Loka karya ini dikhususkan untuk para penyandang difabel.

    ”Bersamaan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional dan bertempat di M bloc Space, kita akan melakukan Workshop yang dikhususkan untuk temen-teman disabilitas khususnya teman tuli dan tunanetra," kata Yura, saat konfrensi pers di kawasan M Bloc Space, Jakarta Selatan, Senin 2 Desember 2019.

    Yura mengatakan, loka karya yang dibentuk akan terbagi dalam dua hari yang berbeda di bulan Desember. Pada 15 Desember 2019 pihaknya akan menggelar loka karya musik perkusi untuk teman tuli, memasak, bahasa Isyarat, dan kecantikan.

    "Sedangkan workshop, fotografi, videografi akan diadakan pada 20 Desember 2019," paparnya.

    Yura melanjutkan, loka karya ini bakal diisi oleh para praktisi terbaik dari masing-masing bidang. Mereka antara lain Touch and Play (perkusi), Parti Gastronomi (memasak) dan Raditya Bramantya (Videografi).

    Adapun bagi teman-teman difabel yang berminat mengikuti loka karya ini bisa mendaftarkan diri dengan cara mengklik tautan link-bio di akun media sosial Instagram @yurayunita. Pendaftaran Loka karya hasil berkolaborasi dengan Ayura, Wardah, M Bloc Space dan British Council ini mulai dibuka Rabu 3 Desember 2019.

    "Banyak doa yang kami titipkan melalui workshop sederhana ini, salah satunya adalah harapan agar terciptanya sebuah ruang kolaborasi yang lebih banyak lagi dan saling menghubungkan kita semua dalam Merakit Ruang," paparnya.

    Adapun ide awal terbentuknya loka karya ini, kata Yura, berangkat dari sebuah lagunya berjudul Merakit. Lagu itu menggambarkan makna tentang keterbatasan yang tidak menghalangi siapapun merakit mimpi.

    "Merakit, memiliki energi yang kuat, tiap-tiap elemen dari karya lagu tersebut memberikan pemahaman bahwa titik terendah dalam hidup akan selalu menjadi penguat di hidup kita, untuk terus maju dan bangkit melanjutkan hidup, merakit mimpi-mimpi kita. Pesan bersifat universal bisa ditujukan kepada siapa saja tidak terkecuali teman-teman disabilitas," ujarnya.

    Dalam menciptakan rekaman audio Merakit, Yura juga mengajak teman-teman difabel menggubah choir di lagu tersebut. Sementara urusan vido musik Merakit, Yura bekerja sama dengan Sutradara asal Yogyakarta yaitu, Raditya Bramantya (Bramsky).

    Menurut Yura, video musik Merakit menerjemahkan cerita dan kata-kata menjadi sebuah rangkaian gambar yang memberikan semangat, kekuatan, dan, sebuah pesan mendalam. Dia ingin menyadarkan bahwa manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan.

    Adapun untuk pembuatan video lirik Merakit, Yura berkolaborasi dengan salah satu praktisi bahasa isyarat, Bunda Galuh. Lebih lanjut Yura berharap Kolaborasi ini menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memberikan edukasi tentang bentuk bahasa isyarat sastra yang diperuntukkan mengisyaratkan sebuah lirik lagu atau puisi.
     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id