Gigi akan Bikin Yayasan untuk Kelola Aset Karya

    Purba Wirastama - 26 Maret 2019 21:08 WIB
    Gigi akan Bikin Yayasan untuk Kelola Aset Karya
    Gigi (Foto: Medcom/Purba)



    Jakarta: Sepanjang 25 tahun berkarier di industri musik Indonesia, grup musik asal Bandung Gigi sudah punya belasan karya album musik, mulai dari album debut Angan hingga Mohon Ampun. Sayangnya, sebagian karya-karya itu tidak bisa diakses dengan mudah oleh mereka sendiri karena persoalan hak kekayaan intelektual.

    Persoalan ini mendorong Armand Maulana, Dewa Budjana, dan kawan-kawan untuk berupaya mendapatkan kembali hak atas karya cipta mereka, terutama lagu-lagu lama sejak era 1990-an. Rencananya, mereka juga akan membuat yayasan yang secara khusus mengelola karya-karya itu beserta segala macam metadata terkait.

     



    Armand menyebut bahwa upaya "merapikan arsip" ini sudah mereka lakukan sejak empat tahun terakhir.

    "Salah satu agenda Gigi, selain konser perayaan 25 tahun di Yogyakarta, adalah merapikan seluruh arsip Gigi, mulai dari 1994 hingga 2019. Butuh doa, butuh strategi, dan butuh usaha yang betul-betul harus konsentrasi penuh dari Gigi dan manajemen untuk merapikan itu," kata Armand dalam jumpa pers di Kemang, Selasa, 26 Maret 2019.

    Menurut Armand, mereka juga melibatkan para eks personel terkait pengelolaan karya ini, meliputi Ronald Fristianto, Opet Alatas, Budy Haryono, serta Aria Baron yang kini menjadi manajer mereka.

    "Baron dan kami ingin, nanti setelah semua anak-anak (personel lama) kembali ke pangkuan, adalah membuat sebuah yayasan untuk mengelola (karya Gigi)," ujar Armand.

    Upaya merapikan itu juga meliputi upaya untuk melengkapi metadata karya. Mereka mengakui bahwa sebelum era distribusi digital, persoalan metadata memang diabaikan karena imbasnya dirasa tidak terlalu signifikan. Setelah kini peredaran karya musik bisa langsung ke seluruh dunia lewat internet, metadata harus menjadi salah satu perhatian utama.

    Ini juga menjadi upaya Gigi agar bisa melindungi aset karya yang bisa menjadi warisan bagi keluarga.

    "Kalau misal tidak beres, kasihan juga anak cucu kami. Yang paling parah adalah pada saat anaknya Thomas atau Hendy misalnya, mau menyanyikan lagu Janji atau 11 Januari, ternyata tidak boleh dan kami sendiri tidak tahu. Ini sering terjadi dan mungkin akan terus menerus. Itu yang enggak kami mau," ujar Armand.

    "Kalau dulu, (peredaran karya) cuma dari Sabang sampai Merauke. Karya keluar tahun 1997, disebarkan, laku 700 ribu salinan, ya sudah. Okelah ada sebagian dibawa ke Singapura, Malaysia, Brunei. Namun sekarang, ketika kami keluarkan sebuah karya di platform digital, itu sudah di seluruh dunia," pungkasnya.

    Gigi baru saja merayakan usia 25 tahun pada 22 Maret 2019. Mereka menyiapkan  konser tunggal besar yang akan digelar di Yogyakarta pada 14 September 2019.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id