Les' Copaque Tanggapi Penolakan Unsur Dangdut di Lagu Goyang Upin & Ipin

    Cecylia Rura - 04 Agustus 2020 17:27 WIB
    Les' Copaque Tanggapi Penolakan Unsur Dangdut di Lagu Goyang Upin & Ipin
    Tangkapan layar YouTube Les' Copaque Production.
    Jakarta: Studio animasi asal Malaysia, Les' Copaque merilis video musik Goyang Upin & Ipin pada Senin, 3 Agustus 2020 pukul 17.00 waktu Malaysia dan 16.00 WIB. Goyang Upin & Ipin menuai pujian sekaligus kritik ketika ramai di lini masa Twitter, pantauan Selasa siang.

    Akun Twitter @sueannajoe_ dengan 5 ribu pengikut misalnya, berpendapat tarian twerking dalam Goyang Upin & Ipin tidak mendidik. Dia menyayangkan ada unsur dangdut pada video Goyang Upin & Ipin. Sebab, karakter Upin & Ipin tak hanya diminati anak-anak tetapi segala usia.

    "Dear @lescopaque, saya dan anak-anak saya mencintai Upin Ipin. Kami menikmati elemen tradisional dan budaya di dalamnya. Namun ini tidak pantas. Ini twerking dengan gaya Nusantara. Pertunjukan ini tidak seharusnya mengajarkan anak-anak untuk bergoyang. Memuat budaya Indonesia tidak apa-apa, tetapi jangan dangdut," tulis akun @sueannajoe_ dalam bahasa Inggris, Selasa 4 Agustus 2020.

    Komentar senada juga dicuitkan akun @stellar_starr dengan 146 pengikut. Dia menilai budaya kental Malaysia perlu ditampilkan dalam video Goyang Upin & Ipin.

    "Dear @lescopaque, tidak hanya anak-anak, kami sebagai orangtua juga menyukai Upin & Ipin. Namun video musik ini sungguh mengecewakan sebagian besar dari kami. Mungkin ada kesepakatan antara Les' Copaque dan produksi di Indonesia, tetapi saya sangat berharap budaya Malaysia tetap ada di dalamnya, bukan dangdut," terang akun tersebut dalam bahasa Inggris.

    Akun Twitter @akhifairuz_ dengan 75 ribu pengikut juga mengkritisi hal serupa. Menurutnya, video Goyang Upin & Ipin kurang sopan.

    "Saya tak faham kenapa @lescopaque mempromosi budaya gelek (menari) dan dangdut kepada kanak-kanak. Banyak lagi tarian nusantara ni yang lebih sopan dan berbudaya. Maaf cakap, video terbaru Upin Ipin ini dah hampir sama level dengan memes/video yang saya lawan haritu," tulisnya.

    Menanggapi kritik perihal unsur dangdut dalam Goyang Upin & Ipin, salah satu pendiri Les' Copaque Hj. Burhanuddin bin Md Radzi mengatakan kritik tersebut berasal dari warga Malaysia yang tidak menyukai dangdut. Kritik itu tidak diambil hati olehnya.

    "Itu orang Malaysia. Kalau yang comment kayak begitu pasti orang Malaysia karena orang Malaysia tidak begitu suka dengan dangdut. Jadi tidak ambil hati," kata Burhanuddin saat berbincang dengan Medcom.id, Selasa.

    Pandangan Burhanuddin, itu kritik biasa ketika ada yang sepakat dan tidak sepakat terhadap suatu hal.

    "Dari pandangan saya hanya sebagian aja yang enggak suka, kecil aja. Bukan semua, ramai yang suka dangdut malah ada penyanyi dangdut Malaysia itu ada, kan," terangnya.

    Video Goyang Upin & Ipin telah meraih lebih dari 1 juta views kurang dari 24 jam. Tentang Upin & Ipin juga ramai diperbincangkan di lini masa Twitter dengan pujian juga beberapa kritik.

    Burhanuddin menyampaikan, pengerjaan Goyang Upin & Ipin sudah sejak Februari lalu, Untuk video musiknya, rampung dalam sebulan. Video ini memang dirilis khusus untuk pasar Indonesia.

    "Saya diminta oleh MNC TV untuk bikin lagu dangdut. Katanya, bikin lagu dangdut pak, peminat Upin Ipin banyak orang Indonesia. Jadi saya suruh anak Les' Copaque ini bikin lagu dangdut," terangnya.

    Goyang Upin & Ipin hanya tayang di stasiun televisi Indonesia dan YouTube Les' Copaque.

    "Di Malaysia enggak ada di TV. Itu enggak dirilis di TV Malaysia, hanya di MNC TV," kata Burhanuddin.

     

    (ELG)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id