• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 15 OKT 2018 - RP 39.894.780.549

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Harapan Efek Rumah Kaca Tampil di SXSW 2018

Purba Wirastama - 13 Februari 2018 19:24 wib
Efek Rumah Kaca (Foto: medcom/shindu)
Efek Rumah Kaca (Foto: medcom/shindu)

Jakarta: Akbar Bagus, drummer Efek Rumah Kaca mengaku sudah mengajukan lamaran untuk tampil di panggung musik SXSW Texas sejak 2015. Baru tahun ini lamaran tersebut diterima oleh tim kurator.

"Kami mengincar banget ke sana karena itu festival yang penting buat musisi. Dulu pernah mengajukan, mungkin belum terdeteksi oleh mereka. Baru tahun ini, alhamdulillah kami terpilih," kata Akbar  di XXI Club Djakarta Theatre, Selasa, 13 Februari 2018.

"Wacana (tampil di festival internasional) sih sudah lama. Kami ingin jadi bagian dari band internasional, main di mana-mana, keliling. Ternyata baru di sini (SXSW 2018), nih," imbuhnya.

Menurut Akbar, pihak SXSW tidak memberikan syarat khusus selama beberapa kali mereka mengajukan. Dari karya yang mereka kirim untuk tahun ini, lagu Putih dari album Sinestesia (2015) menjadi sorotan utama.

Karena ini kali pertama bagi ERK tampil dalam ajang serupa, misi mereka adalah kenalan dan membuka jejaring. Rencananya, mereka akan bermain dalam formasi sembilan orang di Esther's Follies Austin pada 16 Maret selama satu sesi 45 menit. SXSW sendiri berlangsung selama 10 hari pada 9-18 Maret.

"Kami akan mainkan lagu-lagu terbaik yang kami pilih karena durasinya cuma 45 menit. Kami akan pilih yang menurut kami penting dibawakan," ujar Akbar.

"Uniknya, karena kami pakai (lirik) bahasa Indonesia, mudah-mudahan setelah dari situ, ada pertanyaan, mungkin ingin tahu tadi ngomong apa, kalian siapa. Kami ingin ada perbincangan seperti itu. Kedua, kami ingin kenalan dengan label, penerbit segala macam," lanjutnya.

SXSW adalah salah satu gelaran konferensi dan festival internasional bergengsi yang berbasis di AS. Ajang ini sudah berjalan selama 30 tahun sejak 1987 dan mempertemukan berbagai kalangan di industri musik, film, dan media interaktif.

Pada 2017, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mulai bergabung ke SXSW dengan membuat stan bernama Archipelageek dan membawa sejumlah bisnis digital rintisan. Mereka juga akan menyokong musisi atau sineas yang karyanya terpilih oleh kurator SXSW.

Tahun lalu, grup indie rock Lightcraft terpilih untuk tampil. Tahun ini, selain ERK, ada Brian Imanuel dan Kimokal. Sebelumnya sudah ada beberapa grup lain seperti White Shoes And The Couples Company, The S.IG.I.T, serta Shaggydog.

Menurut Wakil Ketua Bekraf Ricky Persik, SXSW termasuk festival hispter globar terbesar yang punya reputasi baik.

"Ini merupakan platform atau market hub yang penting bagi karya, konten, ataupun pelaku kreatif Indonesia untuk mempromosikan diri mereka ke delegasi lain yang hadir di SXSW," kata Ricky dalam sesi jumpa pers di XXI Club Djakarta Theatre.

Bekraf membantu pendanaan kepergian ERK untuk urusan transportasi. ERK juga menggalang dana mandiri melalui konser dalam formasi lengkap bersama vokalis Cholil Mahmud selama dua pekan mendatang.

"Mereka (Bekraf) mendanai tiket dan segala macam. Kami butuh juga dana segar lain untuk keperluan di sana," ujar Akbar.

Harapannya, ERK dapat membuka jejaring baru demi bisa tampil di tempat lain.

"Kami ingin diundang lagi di tempat lain,  ingin jadi bagian dari band internasional, dari festival ini lalu ke mana lagi. Siapa tahu kayak Lightcraft, diundang kembali," tukas Akbar.


 


(ELG)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.