Cholil ERK Tak Sepakat Kementerian Pariwisata dan Ekraf Dilebur

    Cecylia Rura - 25 Oktober 2019 14:47 WIB
    Cholil ERK Tak Sepakat Kementerian Pariwisata dan Ekraf Dilebur
    Cholil, vokalis band Efek Rumah Kaca. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
    Jakarta: Peleburan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) dalam satu kementerian tak mendapat restu dari sejumlah seniman, salah satunya Cholil, vokalis Efek Rumah Kaca. Menurut Cholil, ekraf masih baru dan telah memiliki payung hukum.

    "Saya enggak setuju karena kan ekraf baru ada undang undang. Kalau mau lebih fokus harusnya sendiri-sendiri. Mungkin presiden punya pertimbangan lain mungkin karena enggak ada Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Harusnya sendiri-sendiri," kata Cholil di Jakarta Pusat, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Bekraf sebagai eks bagian dari Kementerian BUMN dinilai masih memiliki banyak pekerjaan rumah. Pada periode kemarin belum sukses menerjemahkan revolusi mental.

    "Kalau menurut gua belum punya visi. Misalkan menerjemahkan revolusi mental mereka belum sukses ya kayak bisnis kopi ramai main dibanyakin baristanya. Belum seperti negara maju di salah satu bidang. Itu pasti pemerintahnya kuat," kata Cholil.

    Dia juga menyoroti sektor musik. Berkaca pada beberapa negara Asia lain yang sudah mematenkan ciri khas dengan Kpop (Korea) dan Jpop (Jepang).

    "Kayak Kpop, Jpop. Kemudian restauran Thailand itu kan kuat banget di Amerika banyak, di Malaysia banyak. Itu tugasnya Bekraf. Itu goals dari pemerintah yang diterjemahkan Bekraf," kata Cholil.

    Wishnutama Kusubandio, mantan CEO NET TV ditunjuk Presiden Joko Widodo menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam susunan Kabinet Indonesia Maju.

    Cholil berharap kinerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bisa lebih baik dari sebelumnya.

    "Lebih bagus dari Bekraf ada payung hukum jadi bisa belajar dari Bekraf, bisa lebih punya visi. Ekonomi kreatif itu selain memfasilitasi tapi harus ada kesamaan visi dengan pemerintah. Jadi ada satu line besar yang sama. Kemarin semua difasilitasi ada yang bagus tapi ya (...), tapi di periode kedua harus lebih matang lagi arahnya," kata Cholil.

    Selain peleburan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, nomenklatur baru dari pemerintah yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dipimpin Luhut Binsar Panjaitan. Lalu ada Kementerian Riset dan Teknologi dan Inovasi Nasional dipimpin Bambang Brodjonegoro.

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id