comscore

Angin Segar dari Panggung Twenty Tour Westlife di Borobudur

Cecylia Rura - 01 September 2019 02:20 WIB
Angin Segar dari Panggung Twenty Tour Westlife di Borobudur
Suasana konser Westlife di pelataran Candi Borobudur, Sabtu, 31 Agustus 2019. (Foto: Dok. Medcom.id/Cecylia Rura)
Magelang: Boyband Westlife memang sudah memiliki konsep paten dalam setiap aksi panggungnya untuk perjalanan Twenty Tour di beberapa negara, termasuk beberapa kota di Indonesia. Sebut saja setlist lagu panggung mereka pasti itu-itu saja, dibuka dengan interlude sebagian lirik Swear It Again sebelum membawakan lagu terbaru Hello My Love.

Setelah menuai kecaman dan komentar miring terkait sajian panggung di ICE BSD (6-7 Agustus) serta Palembang (18 Agustus), Westlife dibuatkan panggung megah dan nuansa segar di tangan promotor berbeda yaitu, Rajawali Indonesia. Penyanyi Yura Yunita naik pentas menyajikan alunan lagu-lagu terbaik secara akustik di antaranya Harus Bahagia, Get along with You, Buka Hatimu, dan ditutup dengan Cinta Rahasia, singel duetnya bersama Glenn Fredly.
Kehadiran Yura Yunita adalah bonus bagi penonton yang datang tepat waktu sekitar pukul 20.00 WIB. Lagu-lagu dari Yura seperti mendukung suasana malam minggu di pelataran Candi Borobudur.

"Boleh kalian pegang erat-erat tangan di samping kalian? Udah dipegang erat ya semua. Sekarang aku pingin kalian teriak 'Jangan' sekeras-kerasnya ya!" kara Yura Yunita saat mengajak penonton membawakan reff lagu Cinta dan Rahasia, Sabtu, 31 Agustus 2019.

Setelah Yura Yunita menuntaskan aksinya, Westlife naik pentas membawakan lagu-lagu yang tak jauh berbeda dengan setlist konser di ICE BSD Tangerang, begitu pun dengan pergantian busana yang dikenakan selama pentas. Gimmick mereka soal bincang-bincang santai, juga pengumuman album baru, Spectrum yang akan dirilis November nanti juga sama saja.

Angin Segar dari Panggung Twenty Tour Westlife di Borobudur
Westlife di Borobudur (Foto: Medcom/Cecylia)

Namun dalam sebuah interaksi diwakili Nicky Byrne, mereka memuji keindahan Candi Borobudur.

"Bagaimana kabar kalian? Kalian menyambut Westlife dengan hangat, ini adalah perayaan 20 tahun Westlife. 20 tahun sangat panjang, saya ingin berterima kasih kepada kalian sebagai penggemar. Indonesia adalah negara yang sangat menyenangkan. Setiap kali kami kembali ke Indonesia kalian selalu menunjukkan keramahan dan senang," kata Nicky.

"Ketika kami pulang ke rumah di Irlandia, kami akan mengingat situs bersejarah ini sangat cantik, terima kasih," lanjut Nicky.

Setiap panggung Westlife dalam Twenty Tour tampaknya memang akan menggandeng satu penggemar perempuan naik pentas. Keempat personel Westlife, Shane Filan, Nicky Byrne, Mark Feehily, dan Kian Egan menyanyikan lagu Better Man untuk penggemar beruntung tersebut. Dalam gelaran di Borobudur kali ini, ada Shinta asal Solo.

"Saya dari Solo tapi sudah 11 tahun tinggal di Bali. Saya naik pesawat dua jam untuk ke sini," kata Shinta.

Konser Westlife berjalan selama kurang lebih dua jam sejak dimulai pukul 20.30 WIB. Meski terlambat dari jadwal semula, konser Weslife di pelataran Candi Borobudur tampak lebih khidmat dan tak berdesak-desakan. Minusnya, pemandangan Candi Borobudur yang direncanakan menjadi latar panorama panggung tak begitu tampak. Pendapat selaras juga diutarakan oleh pengunjung asal Yogyakarta, Krisbudi Budiyoko. Dia menyayangkan panorama itu tertutup oleh backdrop panggung yang terlalu besar.

"Sayangnya candi enggak terlihat. Prambanan Jazz itu candinya benar-benar kelihatan, ngapain dijual di Borobudur?" kata Krisbudi.

Rekan Krisbudi, Fajar Sulawati, teman sesama alumni FKG UGM angkatan '86 datang dari Jakarta dengan tiket kelas Festival juga kecewa karena tidak bisa melihat Candi Borobudur.

"Jauh-jauh dari Jakarta mendingan di ICE karena candinya enggak kelihatan," ujarnya.

Sementara itu, penjelasan Anas Syahrul Alimi, ada miskomunikasi antara komunikator yang menghubungkan Rajawali Indonesia dan pihak manajemen Westlife, ditambah road manager Westlife yang saat itu sedang sakit. Meski begitu, Candi Borobudur masih tetap tampak dari penonton di bangku paling kiri dan kanan.

"Kelemahannya kami tidak bisa komunikasi langsung dan ditutup komunikasi sampai hari H. Kemudian kami fight, posisinya sudah tidak bisa karena enggak langsung ke Westlife tapi pihak ini, you know siapa," terang Anas yang mengaku ikut kecewa dengan situasi tersebut.

Selain itu, konsep paten dari Twenty Tour juga menjadi PR besar Rajawali Indonesia memberikan panggung musik yang tidak monoton.

"Insya Allah terbayar lunas karena yang kami jual adalah konsep multimedia. Kalau kita lihat tur di beberapa negara Asia, konsepnya sama, mereka tidak mau merubah konsep, ini PR besar kami," terangnya.

Angin Segar dari Panggung Twenty Tour Westlife di Borobudur

Kedatangan Westlife di Indonesia dalam rangka konser Twenty Tour diinisiasi Full Color Entertainment. Gelaran pertama dimulai pada 6-7 Agustus 2019 di ICE BSD Tangerang, dilanjutkan 18 Agustus di Jakabaring Palembang, serta 31 Agustus di pelataran Candi Borobudur Magelang, dan ditutup 1 September di Sam Poo Kong Semarang.

Sebagai informasi, panggung Westlife di ICE BSD dipromotori sendiri oleh Full Color Entertainment. Untuk panggung di pelataran Candi Borobudur dan Sam Poo Kong dipromotori Rajawali Indonesia. Sementara di Palembang dipromotori Neutron Live.
 

(ELG)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id