Ketua Panitia: Konser Musik untuk Republik Bukan Gerakan Politik

    Elang Riki Yanuar - 03 Oktober 2019 08:00 WIB
    Ketua Panitia: Konser Musik untuk Republik Bukan Gerakan Politik
    Jumpa pers Konser Musik Untuk Republik (Foto: Medcom/Cecylia)
    Jakarta: Kehadiran musisi yang akan mengisi acara konser Musik untuk Republik ke Istana Bogor menemui Presiden Joko Widodo menuai polemik di media sosial. Kehadiran mereka dianggap tidak peka dengan situasi politik nasional dan tragedi kematian mahasiswa di Kendari serta kisruh di Papua.

    Salah satu ketua konser Lilo Kla Project menyesalkan banyak komentar negatif terhadap konser Musik untuk Republik. Padahal, kata Lilo, konser ini digelar jauh-jauh hari sebelum maraknya demonstrasi mahasiswa beberapa hari lalu.

    "Kalau aku cermati sih mereka lebih menuduh. Ini yang saya juga bingung, kenapa mereka tidak bertanya langsung. Tapi kami pahami, karena mungkin mereka tidak tahu," kata Lilo dalam keterangan tertulisnya.

    Lilo pun menegaskan, konser Musik untuk Republik tidak memiliki agenda politik dan bukan gerakan politik tertentu. Konser ini murni dibuat untuk mempersatukan masyarakat yang sempat terpecah karena Pilpres 2019.

    "Kita siapkan ini pasca pemilu, yang kita lihat adanya perpecahan di tengah masyarakat. Kita hadir kembali menyatukan, merekatkan kembali persatuan," ucap Lilo.

    Konser Musik untuk Republik digelar selama tiga hari pada 18-20 Oktober 2019 di Buperta Cibubur, Jakarta. Acara ini digelar secara gratis dan menghadirkan sejumlah musisi terkenal Tanah Air.

    "Kita komit tidak ada sponsor, karena ini pergerakan. Takutnya semangat persatuan dan kesatuannya hilang," ujarnya.

    Sebagai bukti konser persatuan, Lilo mengungkapkan Rhoma Irama yang diketahui sebagai pendukung Prabowo tertarik bermain di konser Musik Untuk Republik. Sayang, jadwal mereka tidak cocok sehingga tidak terwujud.

    "Bang Rhoma ingin main, tapi beliau minta tanggal 23. Karena kami sudah tentukan tanggal maka acara ini sesuai jadwal. Kita sedih melihat 01 dan 02 saat ini. Sehingga kita bergerak untuk menghilangkan itu. Persoalan kita ketemu pak Jokowi, karena saat ini presidennya beliau. Kalaupun Prabowo presidennya dan terjadi perpecahan kita pasti temui untuk izin," jelas Lilo.


     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id