comscore

Kilas Balik Karier Bens Leo di Dunia Musik Tanah Air

Adri Prima - 29 November 2021 13:14 WIB
Kilas Balik Karier Bens Leo di Dunia Musik Tanah Air
Pengamat musik Bens Leo wafat di usia 69 tahun. (instagram @bensleo52)
Jakarta: Kabar duka datang dunia musik Tanah Air. Pengamat musik Bens Leo tutup usia, Senin, 29 November 2021 pagi di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Berita duka itu disampaikan oleh Adib Hidayat yang juga seorang jurnalis sekaligus sesama pengamat musik. 
"Selamat jalan Mas Bens Leo. Kita telah kehilangan sosok wartawan dan pemerhati musik Indonesia tak tergantikan. Konfirmasi dari istri beliau, Mbak Pauline yang mengirim kabar ke Teh @RiaHDradjat pukul 08.24 WIB pagi ini," tulis Adib.

Bens Leo lahir pada tanggal 8 Agustus 1952 dan memiliki nama lengkap Benediktus Hadi Utomo. Bens meninggal dunia di usianya yang ke-69 tahun. 

Sebelum dikenal publik sebagai seorang pengamat musik, Bens Leo lebih dulu berkarier sebagai jurnalis musik. Ia juga terdaftar sebagai anggota tim awal Anugerah Musik Indonesia (AMI). 

Tak hanya aktif sebagai pengamat, Bens Leo juga merupakan seorang produser hebat. Salah satu grup musik yang ia produseri hingga jadi fenomenal hingga saat ini adalah album pertama Kahitna berjudul Cerita Cinta yang dirilis tahun 1994. 

Kilas balik karier Bens Leo


Mungkin tidak ada yang menyangka kesuksesan Bens Leo di dunia musik berawal dari kegagalannya masuk AKABRI. Ia juga gagal masuk sekolah penerbang karena telat mendaftar.

Kisah Bens terjun ke dunia pewarta juga cukup menarik. Awalnya ia nekat mewawancarai pentolan Koes Plus, Tonny Koeswoyo. Kemudian hasil wawancara tersebut ia kirim ke salah satu surat kabar nasional. Artikel Bens Leo berjudul 'Sejarah Koes Bersaudara' ternyata malah jadi headline di surat kabar tersebut. 

Sejak saat itulah, Bens Leo seperti menemukan takdirnya sebagai seorang jurnalis musik. Ia terus konsisten mewawancarai tokoh-tokoh besar dunia musik. Pelan tapi pasti karier Bens juga ikut meroket.

Pada tahun 1974, Bens Leo ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia. Di tahun 1976, Bens Leo menjadi satu-satunya wartawan musik Indonesia yang meliput World Popular Song Festival Tokyo, Jepang, mendampingi Guruh Soekarno Putra, Grace Simon, dan Idris Sardi.

Meninggal karena Covid-19


Sebelum meninggal dunia, Bens Leo memang menjalani perawatan di rumah sakit akibat terpapar covid-19. Anak dan istri Bens juga ikut positif covid-19.
 
Dalam keterangan yang dirilis, keluarga meminta kerabat untuk mengantar dan mendoakan Bens dari rumah masing-masing.
 
"Demi menjaga privasi keluarga inti dan mentaati protokol kesehatan covid-19, kamu mohon kepada keluarga besar, para sahabat dan handai taulan untuk mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan iringan doa dari rumah masing-masing," bunyi pesan tersebut.

(PRI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id