Cerita Agnez Mo Coba Mengikuti Lady Gaga

    Elang Riki Yanuar - 23 November 2020 21:23 WIB
    Cerita Agnez Mo Coba Mengikuti Lady Gaga
    Agnez Mo (Foto: dok. eventori)
    Jakarta: Agnez Mo mengungkapkan kunci suksesnya bisa menjalani karier selama puluhan tahun. Salah satu kunci yang coba dipegang teguh Agnez adalah orisinalitas dalam berkarya.

    Agnez memulai karier sejak 1992. Tak hanya berkarier di Indonesia, musisi 34 tahun ini memulai kiprahnya di industri musik Amerika dengan merilis sejumlah lagu internasional.

    "Banyak orang yang tanya kok bisa 28 tahun berkarya. Fuel-nya satu: authenticity. Kalau artis seperti saya, mindset-nya enggak cuma revenue. Jadi kepuasan yang kita punya bukan cuma dari uang, bukan cuma dari income walau itu big part of it. Tapi bagaimana kita produce art yang autentik. Puji Tuhan saya punya keluarga yang mendukung art saya yang autentik. Authenticity itu come from within," kata Agnez Mo dalam acara  Indonesia Entertainment Outlook 2021 yang digelar secara virtual oleh Eventori, Senin (23/11/2020).

    Dengan orisinalitas, seorang musisi, kata Agnez bisa menjadi dirinya sendiri. Hal itulah yang selalu Agnez coba terapkan dalam karier bermusiknya. Dia sebisa mungkin tidak hanya mengikuti selera pasar musik.

    "Kadang kita harus make your own market. If you cant join them, make your own. Itu yang selalu saya terapkan. Berusaha jadi trend setter," kata Agnez.

    Agnez kemudian mengenang ketika karier musik Lady Gaga mulai menanjak. Saat itu dia hendak mencoba mengikuti musik milik Lady Gaga. Namun, Agnez tidak berhasil karena merasa musik yang dimainkan Lady Gaga bukan jenis yang dia mau.

    "Tahun 2011, yang ada di pikiran saya, Lady Gaga can be Lady Gaga karena dia ciptakan marketnya sendiri. Saat itu dance music belum ada, semuanya pop  atau rock. Balik lagi, just make your own market. Susah tapi bisa," ujar Agnez.

    "Waktu itu saya lagi di studio, apa kita bikin lagu dance saja ya. Karena lagi tren. Terus saya ngarang lagu sama produser saya, tapi feeling-nya enggak ada, karena feeling-nya tidak autentik. Pada saat saya nyanyi lagu tinggi, padahal saya tahu vocal range saya, itu sampai kaya ke-strained. Because my body rejected. As an artist, we listen our body, our energy. Itu yang saya tidak ingin kejadian sama orang lain," lanjutnya.

    Agnez pun bersyukur diberi keleluasaan memilih lagu yang dia suka ketika berkiprah di Amerika. Agnez merasa sangat dihargai.

    "Itu yang dihargai di sana (industri musik internasional. Waktu saya bilang no, thats not me, i dont like this one. Mereka justru sangat appreciate karena mereka mikir this is an artist yang tahu yang dia mau. Bukan yang artis yang didandani kaya barbie doll," jelas Agnez.


     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id