Profesor asal Australia Teliti Fenomena Kangen Band

    Cecylia Rura - 02 Juli 2020 09:59 WIB
    Profesor asal Australia Teliti Fenomena Kangen Band
    Kangen Band (Foto: Warner Music Indonesia)
    Jakarta: Profesor asal Australia Emma Baulch yang bekerja di Monash University Malaysia meneliti Kangen Band asal Indonesia. Penelitian ini dimuat dalam artikel berjudul Longing Band Play at Beautiful Hope (versi pra-cetak) dalam International Journal of Cultural Studies edisi Mei 2013.

    Emma Baulch melakukan penelitian perihal perilaku konsumsi masyarakat terhadap lagu dan aksi panggung Kangen Band, serta bagaimana Kangen Band mendapat label Pop Melayu. Pada awal tahun 2000, istilah Pop Melayu diasumsikan sebagai pembeda kelas musik pop di Indonesia.

    Emma menulis, publikasi lagu-lagu Kangen Band diperdengarkan melalui siaran radio, mal, hingga dijajakan di pinggir jalan. Publikasi karya mereka juga digambarkan lewat sebaran video ilegal yang tak menunjukkan image Kangen Band.

    Pada pertengahan 2000-an, Kangen Band populer setelah dikontrak Warner Music Indonesia. Kangen Band merilis album Tentang Aku, Kau, dan Dia (2007). Karya ini sebelumnya beredar dalam format bajakan. 

    Setelah dikontrak Warner, barulah diketahui identitas para personel Kangen Band. Emma juga menerangkan, tren penggunaan Ring Back Tone (RBT) juga menentukan popularitas Kangen Band saat itu. Majalah musik Rolling Stone Indonesia menyebut Kangen Band sebagai Juaranya RBT.

    Emma Baulch merupakah Profesor di Fakultas Media dan Komunikasi Monash University Malaysia. Emma banyak menulis tentang musik-musik Indonesia. 

    Emma Baulch pernah menulis tentang Krisdayanti dalam Cosmopatriots, menulis tentang skena punk dan metal di Bali tahun 90-an dalam Making Scenes: Reggae, Punk and Death Metal in 1990s Bali, tentang musik pop Melayu di Indonesia dalam Melayu vs Pop Indonesia: Marketeers, producers  and new interpretations of genre into the 2000s pada 2014. 

    Pada 2016 Emma Baulch juga menulis penelitian tentang pengaruh Majalah Aktuil dalam membentuk pemuda era 1970-an. Sejumlah tulisan Emma Baulch terkait musik pop dan teknologi Indonesia disusun dalam kumpulan tulisan berjudul Genre Publics.

    Perhatian seorang akademisi terhadap perkembangan musik Kangen Band ikut menarik perhatian Toto Widjojo, Managing Director Warner Music Indonesia. Dia pun turut bangga musik-musik Kangen Band masih diminati.

    "Bahkan membuat Dr. Emma Baulch, PhD dari Monash University, membuat sebuah tulisan yang sangat menarik tentang Kangen Band," papar Toto Widjojo dalam keterangan tertulis, Kamis 2 Juli 2020.

    "Jika kalian benar-benar 'Doy' sejati, maka saya yakin kalian akan tertarik untuk membaca tulisan ini. Salam 'Doy' dan selamat bernostalgia bersama Tentang Aku, Kau, dan Dia," lanjut Toto.

    Dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id, Kangen Band memberi kontribusi 209 juta views untuk YouTube Warner Music Indonesia. Pencapaian ini disebut mendukung penelitian Emma Baulch yang menuliskan identitas Kangen Band yang tak diketahui menjadi populer. 

    Dalam aplikasi streaming music Spotify, karya Kangen Band diperdengarkan di empat negara Asia Tenggara selain Indonesia yakni Hong Kong, Malaysia, Singapura, dan Taiwan. 

    Penelitian Emma Baulch tentang Kangen Band mengendap selama tujuh tahun. Artikel ini kemudian populer ketika tren "Tell Me Something I Don't Know" muncul di Twitter, Minggu 28 Juni 2020. Cuitan tren itu ditanggapi akun Raihan A. Fagi yang membagikan tangkapan layar laman Sage Journals yang memuat artikel Longing Band Play at Beautiful Hope terbitan 8 Februari 2013 dari Emma Baulch.
     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id