Kendrick Lamar, Rapper Pertama Pemenang Pulitzer Prize

Cecylia Rura - 17 April 2018 11:41 wib
(Foto: NME)
(Foto: NME)

Jakarta: Pertama kali dalam sejarah ajang penghargaan Pulitzer memberikan penghargaan terhadap musisi di luar bidang jazz dan musik klasik, yakni musisi hip hop Kendrick Lamar. Pulitzer Prize atau ajang pernghargaan Pulitzer merupakan sebuah apresiasi terhadap pelaku di bidang jurnalistik, sastra dan komposisi musik.

Capaian Kendrick melalui album DAMN berhasil mengalahkan dua finalis lain yakni komponis Amerika, Michael Gilbertson dengan karya Quartet serta album musikal Sound from the Bench karya Ted Hearne.

Rapper berusia 30 tahun itu mendapatkan penghargaan Pulitzer atas album DAMN yang baru dirilis tepat nyaris setahun setelah ia merilis album DAMN pada 14 April 2017. Album ini juga mengantarkan Kendrick meraih piala Grammy tahun ini.

Penghargaan ini menjadi yang pertama bagi rapper asal Compton sekaligus saksi sejarah musikalitas Kendrick sebagai representatif kehidupan Afrika-Amerika modern. Pada album-album sebelumnya, Kendrick kerap kali menuliskan lirik-lirik lagu tentang kegelapan, kehidupan di jalanan, kekejaman, serta penghargaan diri.

Penghargaan Pulitzer di bidang musik biasanya mengeluarkan nama-nama musikus dan komponis legendaris seperti Bob Dylan, Duke Ellington, dan Thelonious Monk, dilansir dari Billboard. Sementara Wynton Marsalis tercatat sebagai musisi jazz pertama yang meraih penghargaan Pulitzer di bidang musik di tahun 1997.
 

Dewan Pulitzer mengatakan pada Senin, 16 April 2018, album Kendrick Lamar sebagai koleksi lagu virtuoso atau terbaik dengan komposisi cerdas. Atas prestasinya tersebut ia berhak membawa hadiah USD15 ribu atau sekitar Rp200 juta.

Pulitzer Prizer digagas oleh Joseph Pulitzer, seorang penerbit surat kabar asal Hungaria yang dikelola pihak Columbia University di New York. Hadiah diberikan setiap tahun saat acara digelar dalam 21 kategori. Setiap pemenang berhak atas sertifikat dan uang tunai sebesar USD15 ribu, yang telah dinaikkan setelah sebelumnya pada 2017 pemenang memperoleh USD10 ribu. Untuk kategori pemenang kompetisi jurnalistik dianugerahi sebuah medali emas.


(DEV)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.