Wendi Putranto: Konser Musik untuk Republik Hanya Hura-Hura

    Dhaifurrakhman Abas - 03 Oktober 2019 15:01 WIB
    Wendi Putranto: Konser Musik untuk Republik Hanya Hura-Hura
    Pengamat musik, Wendi Putranto (Foto: Medcom)
    Jakarta: Pengamat musik, Wendi Putranto, berkomentar soal rencana diselenggarakannya Musik Untuk Republik pada 18-20 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Menurutnya konser tersebut tidak ada substansinya.

    "Kalau menurut saya sih itu hanya hura-hura saja di Cibubur. Enggak ada substansinya. Kayak konser biasa saja," kata Wendi, saat berbincang dengan Medcom.id, Rabu 2 Oktober 2019.

    Dia juga melanjutkan, visi konser yang ditujukan untuk menyatukan bangsa usai kisruh politik dan Pemilihan Presiden salah alamat. Sebabnya, dua kubu sudah saling bersatu.

    "Kan sudah damai di MRT kemarin. Apalagi yang mesti dipersatukan? Orang sudah bagi-bagi kekuasaan. Sudah dilantik, DPR-nya. Sudah bagi-bagi kekuasaan," sambung pria yang juga manajer band Seringai ini.

    Lebih lanjut, Wendi menyarankan visi Musik Untuk Republik diganti. Ketimbang buat menyatukan bangsa, dia menyarankan konser digelar buat membicarakan masalah politik yang tengah bergejolak.

    "Kalau substansial, Musik Untuk Republik mungkin bicara protes RUU KPK, RUU PKN, itu baru substansial. Itu baru jadi Woodstock," tandasnya.

    Sebelumnya, puluhan pelaku musik datang menemui Presiden Jokowi di Istana Negara pada 30 Oktober 2019. Para musisi berencana menggelar panggung Musik untuk Republik.

    Konser yang menghadirkan musisi lintas generasi ini, dimaksudkan untuk meredam kekacauan politik yang terjadi di Indonesia. Rencananya, mereka akan tampil di panggung berukuran 20 x 30 meter selama tiga hari pada 18-20 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Konsep panggung berkiblat pada tradisi panggung Woodstock di Amerika Serikat.

    Namun kehadiran Konser Musik Untuk Republik banyak dibicarakan warganet. Pertemuan dengan kepala negara dianggap tidak peka, karena terjadi di tengah maraknya demonstrasi penolakan sejumlah RUU kontroversial dan dugaan penembakan dua mahasiswa oleh aparat, serta kisruh di tanah Papua.

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id