comscore

Reuni, Krakatau Siapkan Album Baru

Agustinus Shindu Alpito - 11 Mei 2016 11:35 WIB
Reuni, Krakatau Siapkan Album Baru
Dwiki dan Trie Utami (Foto: MI/Adam Dwi)
medcom.id, Jakarta: Grup fussion jazz Krakatau kembali aktif bermusik dengan mengusung konsep reuni sejak tahun 2013.

Grup yang lahir pada 1985 ini sempat mengalami masa emas di akhir dekade 1980-an dan awal 1990-an. Tak lama berselang setelah melahirkan album Let There Be Life (1992) grup ini vakum.
Dwiki Dharmawan, salah satu pendiri Krakatau tetap melanjutkan perjalanan grup ini di masa vakum dengan sebuah proyek bernama Krakatau Etno. Bedanya dari Krakatau, Krakatau Ento tidak melibatkan seluruh personel Krakatau dan lebih mengusung musik etnik yang dilebur dengan musik modern.

Kini, Krakatau kembali hadir dengan formasi terbaik mereka, yaitu Trie Utami, Dwiki Dharmawan, Gilang Ramadhan, Donny Suhendra, dan Indra Lesmana.

Nama-nama di atas tentu menjadi jaminan musikalitas yang disuguhkan Krakatau.

"Krakatau tidak pernah bubar. Makanya sekarang dinamakan Krakatau Reunian. Untuk membedakan. Karena orang luar kenalnya Krakatau Etno,” kata Dwiki.

Sebuah reuni grup musik akan terasa hampa bila tanpa album baru. Menyadari hal itu, Krakatau tengah menyiapkan album yang rencananya akan dirilis tahun ini.

Ini merupakan album Krakatau yang lahir setelah lebih dari dua dekade absen merilis album yang ditujukan untuk industri musik populer.

“Lirik yang kami tulis sekarang tentang humaniora, dulu kami banyak menulis lagu tema lingkungan, kini di album baru tema humaniora lebih kental," ujar Trie Utami, vokalis Krakatau, dalam jumpa pers di Motion Blue, Jakarta Selatan.

Meski dihuni para musisi berpengalaman, Krakatau masih menerapkan cara lama dalam menulis lagu, yaitu dengan jamming. Seluruh personel Krakatau menulis lagu secara bersama-sama di dalam studio.

"Kami kalau bikin lagu ngumpul. Idenya macam-macam, lalu disortir lagi, pilih bahan-bahannya. Kolaboratif sekali dibuatnya. Kami pengin rilis tahun ini, sekarang sedang tahap mixing, ada sebelas lagu. Soal tema, kami bicara human interest. alam, cinta, jadi memang lebih mature. Dulu kami bikin lagu Gemilang itu masih ABG. Penuh imajinasi dan cita-cita. Eranya memang gitu. Sekarang sudah punya anak yang sudah besar. Kami lebih banyak memerhatikan humaniora, alam, dan spirit positif,” tutup Dwiki.

(ELG)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id