Sektor Musik Paling Cepat Beradaptasi dengan Covid-19, tetapi Pulih Belakangan

    Cecylia Rura - 09 Juli 2020 13:10 WIB
    Sektor Musik Paling Cepat Beradaptasi dengan Covid-19, tetapi Pulih Belakangan
    Bens Leo dalam jumpa pers Gebrakan dalam Industri Pertunjukan Musik bersama BaBe, Kamis 9 Juli 2020.
    Jakarta: Java Jazz Festival pada Maret lalu menjadi acara musik terbesar terakhir yang diselenggarakan di Indonesia tahun ini. Setelahnya, banyak pertunjukan daring yang ditawarkan melalui berbagai platform. Konser daring ini berawal dari tujuan donasi untuk membantu warga dan pelaku industri musik yang terdampak Covid-19.

    Musisi Armand Maulana menilai, seni pertunjukan musik paling cepat beradaptasi. Namun, untuk pulih seperti sedia kala membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab, pertunjukan musik tentu menimbulkan keramaian yang kini berusaha diredam untuk menekan angka korban Covid-19.

    "Paling bisa cepat beradaptasi menghibur orang memakai media sosial tapi yang paling bontot, terakhir bisa ada lagi karena mengumpulkan massa musik itu, sedangkan Covid, itu tidak boleh kumpulan massa," kata Armand Maulana saat diskusi virtual Gebrakan dalam Industri Pertunjukan Musik bersama BaBe, Kamis 9 Juli 2020.

    Pendapat ini selaras dengan Kiki Aulia, Head of Production Demajors (Synchronize Festival) perwakilan dari penyelenggara acara. Menurutnya, pekerja lapangan acara dengan upah harian paling terdampak dan tak ada pemasukan sejak pandemi Covid-19. Ketika acara sepi, beberapa di antara mereka bahkan harus pulang kampung dan bekerja serabutan.

    "Kalau misalkan kondisinya sekarang belum bangkit karena semua masih tiarap dan gua sendiri dari Synchronize dan kantor gua melakukan pekerjaan new normal donation bukan donasi berbentuk nominal uang tapi bentuknya memberikan pekerjaan lagi terhadap pekerja event biar mereka punya hope, membangkitkan semangat mereka," kata Kiki Aulia.

    Armand Maulana membacakan sejumlah ide-ide yang ditawarkan warganet melalui media sosial, seperti menggunakan tali pembatas untuk penonton. Namun, hal itu dirasa kurang efektif untuk beberapa pertunjukan musik seperti musik-musik keras dengan penonton yang spontan melakukan mosh pit.

    Seperti sektor lain, upaya untuk pertunjukan musik dilakukan dengan memaksimalkan platform daring. Selain konser virtual, drive-in concert oleh Berlian Entertainment akan digelar Agustus mendatang dengan Kahitna sebagai salah satu penampil. Menurut Bens Leo, ini adalah momen para pekerja seni kreatif ditantang untuk berinovasi.

    "Ada satu hal setiap kali ada peristiwa seperti ini tidak terduga, maka para pekerja seni atau siapapun juga akhirnya dituntut untuk berinovasi, mereka tidak boleh untuk putus asa dan inilah yang terjadi di industri musik," kata Bens Leo, pengamat musik.
     

    (ELG)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id