Purwacaraka, Trie Utami, dan Dewa Budjana, Gaungkan Borobudur Pusat Musik Dunia

    Sunnaholomi Halakrispen - 08 April 2021 21:53 WIB
    Purwacaraka, Trie Utami, dan Dewa Budjana, Gaungkan Borobudur Pusat Musik Dunia
    Purwacaraka, Trie Utami, dan Dewa Budjana (Foto: instagram)



    Jakarta: Sejumlah musisi kenamaan Tanah Air, termasuk Purwacaraka, Trie Utami, dan Dewa Budjana, mempersembahkan pertunjukan di Omah Mbudur, kompleks Candi Borobudur. Mereka menggaungkan Borobudur Pusat Musik Dunia.

    Para musisi menghadirkan kembali alat-alat musik tempo dulu yang terukir di relief Candi Borobudur, melalui project yang bertajuk Sound of Borobudur. Project ini merupakan hasil dari riset panjang yang telah dilakukan selama hampir lima tahun.






    “Ini kelanjutan dari project kami lima tahun lalu, ketika saya diajak ke sini dan mendapat pengetahuan bahwa relief di Candi Borobudur ternyata menyimpan banyak sekali pengetahuan. Candi Borobudur seperti perpustakaan, yang semuanya ada di sini termasuk seni,” tutur Dewa Budjana, dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

    Para musisi legendaris ini pun bergerak untuk mencoba mereplika alat musik yang terpahat di dinding Candi Borobudur. Setelah terbentuk, mereka berusaha untuk membunyikannya, tentu dengan cara dan metode zaman sekarang, hingga dapat disatukan dalam sebuah orkestrasi.

    “Itu cukup lama prosesnya, akhirnya dapat komposisi dan kita garap serius. Meskipun kami sadar, terkait bunyi itu interpretasi saat ini, karena peradaban itu tidak mungkin diulang lagi,” jelasnya.

    Dewa memaparkan bahwa ada ratusan alat musik yang tergambar di relief Candi Borobudur. Alat musik tersebut bukan hanya berasal dari Jawa Tengah, melainkan ada dari Kalimantan, bahkan dari Thailand juga India.

    “Dari situ kami menduga, Borobudur merupakan pusat seni dunia. Atau kalau tidak, di sini merupakan pusat berkumpulnya seniman-seniman dari seluruh dunia, dengan alat-alat musik yang berbeda. Mungkin zaman dulu di sini pernah ada konser besar seluruh dunia,” paparnya.

    “Apa yang ada di Borobudur itu sangat kaya. Kalau saya masih melihat dari sisi seni saja, tentu orang lain melihat dari dimensi yang berbeda,” tambahnya.

    Purwacaraka, Trie Utami, dan Dewa Budjana, Gaungkan Borobudur Pusat Musik Dunia

    Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan apresiasi. Ia menyatakan, Sound of Borobudur merupakan karya seni yang dihasilkan oleh musisi-musisi handal yang tergolong nekat. Purwacaraka, Trie Utami, Dewa Budjana dan sejumlah seniman sekaligus ilmuan yang melakukan penelitian, menghasilkan karya luar biasa.

    “Ini karya luar biasa. Ada beberapa orang nekat, Kang Purwa, Mbak Iik, Mas Dewa, mengeksplore Candi Borobudur dan menemukan alat-alat musik di relief-relief itu. Mereka kemudian berusaha membuat replikanya, menemukan bunyinya dan sekarang jadi komposisi yang luar biasa. Mungkin hipotesisnya benar, bahwa Borobudur adalah pusat musik dunia. Kita ingin mewujudkan itu,” ujar Ganjar.

    “Tidak menutup kemungkinan nanti tarian-tarian yang terpahat di relief itu bisa digerakkan di kehidupan nyata. Maka orang yang wisata nanti akan betah, karena akan mendapatkan soul-nya,” pungkasnya.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id