5 Fakta Unik Daft Punk, Terbentuk Dari Ejekan

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Februari 2021 17:25 WIB
    5 Fakta Unik Daft Punk, Terbentuk Dari Ejekan
    Personel Daft Punk selalu mengenakan helm robot yang menjadi ciri khas (Bangalter warna perak, de Homem-Christo warna emas).
    Jakarta: Duo elektronik legendaris asal Perancis, Daft Punk, mengumumkan bubar setelah 28 tahun bersama. Kabar menyedihkan ini tentu mengejutkan bagi para penggemar.

    Daft Punk yang terdiri dari Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter, mengumumkan perpisahan melalui unggahan sebuah video berjudul Epilogue di kanal YouTube mereka.

    Sejak akhir 1990-an, duo Daft Punk telah menampilkan ciri khas dengan menyembunyikan wajah dan jarang mengatakan apapun. Kedua personilnya selalu mengenakan helm robot yang menjadi ciri khas

    Selain helm yang menjadi ciri khas dari duo ini, terdapat juga fakta-fakta menarik dari pemilik hit ‘Get Lucky’ ini. Berikut lima fakta menarik Daft Punk:

    Terbentuk dari ejekan

    Dikutip dari Upavenue, sebelum Daft Punk terbentuk, pada 1992 Guy-Manuel de Homem-Christo dan Thomas Bangalter bersama Laurent Brancowitz membentuk band rock bernama Darlin. Saat itu karya mereka dinilai majalah musik Inggris Melody Maker.

    Melody Maker memberi review yang bernada mengejek. Mereka menyebut band Darlin sebagai “a daft punky thrash”. Namun, ejekan itu justru menjadi ide lahirnya nama band Daft Punk.

    Alasan mereka selalu memakai helm ketika tampil

    Sejak akhir 1990-an, duo Daft Punk telah menampilkan ciri khas dengan menyembunyikan wajah dan jarang mengatakan apapun. Alasan duo musisi ini mengenakan helm adalah agar dunia fokus pada musik karya mereka.

    “Kami tertarik pada garis antara fiksi dan kenyataan, menciptakan persona fiksi yang ada dalam kehidupan nyata,” ujar Bangalter dikutip dari Far Out Magazine, Selasa, 23 Februari 2021.

    Harga sepasang helm Daft Punk

    Sepasang helm duo ini harganya US$65 ribu  atau hampir satu miliar rupiah dengan fitur tampilan LED, segel leher bergaris, dan bagian belakang yang dapat dilepas. Harga tersebut termasuk aksesoris yang mereka pakai seperti sarung tangan yang terintegrasi yang mengontrol teks dan animasi tampilan helm.

    Ogah manggung secara live

    Daft Punk diketahui ogah manggung langsung atau tur besar-besaran. Alasan mereka sangat idealis, meski dari acara manggung live bisa mendapat uang lebih banyak. Daft Punk menjelaskan bagaimana mereka bermusik tidak untuk  uang, jadi niatan untuk memainkan pertunjukan langsung tidak ada.

    “Kami tidak sensitif terhadap segala jenis tekanan. Karena hal paling berharga yang kita miliki adalah kebebasan dan impian kreatif kita sendiri,” ujar Bengalter.

    Album debut Homework

    Album debut mereka, Homework, dianggap sebagai salah satu album paling penting dalam kancah elektronik. Album terakhir Daft Punk, Random Access Memories, mendapat anugerah Grammy Awards 2014 kategori "Album of The Year.

     

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id