comscore

Tove Lo Rilis Video Musik ‘No One Die From Love

Medcom - 04 Mei 2022 17:29 WIB
Tove Lo Rilis Video Musik ‘No One Die From Love
Tove Lo (Foto: Moni Haworth)
Jakarta: Hari ini, artis dan penulis lagu peraih nominasi Grammy Award dengan penjualan multi-platinum Tove Lo kembali dengan trek dan video klip resmi terbarunya, berjudul "No One Dies From Love" (Pretty Swede Records/mtheory). Ditulis bersama kolaborator lama Ludvig Söderberg, lagu ini menampilkan vokal Tove Lo yang bergema di tengah disco break, menyanyikan bait ikonik “no one dies from love, guess I’ll be the first,” dengan nuansa bak warna lampu neon yang menyinari lorong menuju pusat lantai dansa. Lagu ini menandakan babak baru yang menggairahkan dalam karir seniman kelahiran Swedia berbasis Los Angeles ini.

“Saat kamu berada dalam hubungan cinta dengan seseorang dalam waktu yang lama dan hubungan tersebut tiba-tiba pupus, rasanya sebagian dari dirimu mati. Orang tersebut menjadi asing bagimu. Seluruh memori hancur. Pada awal perpisahan, kamu percaya bahwa kamu tidak seharusnya merasa senang tentang apapun yang pernah dialami dengannya. Namun, saya paling mahir menari menikmati rasa patah hati. Lagu ini bicara tentang itu,” tukas Tove.
Video musik "No One Dies From Love" direkam di sebuah lokasi di Mexico City dan disutradarai oleh duo asal Brazil, Alaska, yang sebelumnya berkolaborasi dengan Tove untuk video klip “Are U gonna tell her?”



“Semua lagu dari album ini sangatlah sinematik, dramatis, dan megah, maka untuk narasi visualnya saya ingin menyematkan karakteristik spesifik pada setiap lagu. 'No One Dies From Love' merepresentasikan tokoh klasik yaitu seorang bintang muda yang rentan, kesepian, dan berusaha mencari koneksi. Film pendek ini bercerita tentang kisah cinta yang berbeda,” tukas Tove soal video musik terbarunya.

"No One Dies From Love" dirilis tepat sebelum Tove Lo menjalankan rangkaian tur Amerika Utara, termasuk dua tanggal di Santa Ana, CA pada tanggal 18 dan 19 Mei dengan penampilan dari Phoebe Ryan. Tur tersebut berlanjut di bulan Juni, dengan jadwal penampilan terkonfirmasi di Boston, Washington DC dan Charlotte, NC (dengan penampilan dari Noga Erez) serta New York City, diikuti dengan rangkaian penampilan pada festival musim panas Governors Ball Festival di New York City dan Bonnaroo di Tennessee, Lollapalooza di Chicago, Float Fest di Gonzalez Colonia, TX dan Osheaga Music and Arts Festival di Montreal bulan Juli ini.

Mengikuti perilisan "No One Dies From Love" hari ini, Tove Lo juga mengumumkan perilisan label rekamannya sendiri yang bernama Pretty Swede Records bersama mtheory, sebagai platform independen untuk karya seninya. “Ini luar biasa,” ujarnya sambil tersenyum. “Saya punya kebebasan tinggi, dan bekerja sama dengan mtheory sungguh menyenangkan. Ini adalah rilisan pertama di bawah label rekaman saya. Saya seniman pop, tapi saya suka menciptakan hal-hal unik dan saya senang punya kendali penuh atas visi kreatif saya. Ini cara yang sempurna untuk merilis karya yang persis dengan keinginan saya.”

Tove Lo mewujudkan setiap sisi keperempuanan dalam dirinya lewat karya-karya musiknya. Tove dapat terdengar perkasa pada satu hembusan vokal dan menggairahkan pada hembusan berikut. Lirik-liriknya dapat terdengar cerdas, lalu introspektif, lalu kembali menjadi dirinya yang vokal dan ekspresif.

Tove adalah pejuang keras yang mampu mencintai lebih keras lagi. Tove selalu mengungkapkan pemikirannya, dan itulah mengapa ia berhasil meninggalkan jejak yang terus berkembang di industri pop kontemporer. Penyanyi, penulis lagu, dan artis kelahiran Swedia yang berbasis di Los Angeles ini menciptakan gelombang besar di seluruh dunia lewat debut album bersertifikasi platinumnya di tahun 2014, Queen of the Clouds, yang didukung oleh lagu lima kali platinum “Habits (Stay High)” dan dobel platinum “Talking Body”.

Di antara banyaknya kolaborasi antara Tove dan musisi-musisi ternama lainnya, ia pernah bekerja sama dengan Nick Jonas pada lagu bersertifikasi platinum “Close” dan Flume pada lagu bersertifikasi emas “Say It”, selain trek-trek anthemic dengan Alesso, Coldplay, Martin Garrix, Charli XCX, Sean Paul, ALOK, dan Major Lazer. Di tengah rangkaian jadwal pertunjukan dengan tiket terjual habis di berbagai benua di dunia, Tove Lo merilis album Lady Wood [2016] dan Blue Lips (Lady Wood Phase II) [2017], sebelum kembali menggapai langit lewat album Sunshine Kitty di tahun 2019. Album ini berhasil masuk ke daftar rekomendasi musik akhir tahun Esquire dan Idolator, serta mendapat pujian dari Pitchfork sebagai “album dengan lirik-lirik Tove Lo yang paling sensitif; sekaligus karya musiknya yang paling clubby.” Tove Lo meraih nominasi Grammy Award keduanya dengan “Glad He’s Gone” pada kategori Video Musik Terbaik. Sebagai penulis lagu di balik layar, Tove menulis musik untuk begitu banyak musisi ternama, dari Lorde hingga Zara Larsson, selain juga menulis bersama Ellie Goulding untuk lagunya yang meraih penghargaan lima kali platinum, “Love Me Like You Do”, untuk film Fifty Shades of Grey, yang mendapat nominasi Golden Globe® Awards dan GRAMMY® Awards. Kini, Tove menemukan kekuatan baru dalam keperempuanannya yang diwujudkannya lewat rangkaian single rilisan Pretty Swede Records/mtheory, serta karya-karya lainnya yang akan datang.

(ASA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id