Selamat Pagi Indonesia

    Tren Mendengarkan Musik di Indonesia Berubah, Streaming Makin Populer

    MetroTV - 19 Juli 2021 17:09 WIB
    Tren Mendengarkan Musik di Indonesia Berubah, <i>Streaming</i> Makin Populer
    Pengamat musik Adib Hidayat. Metro TV



    Jakarta: Layanan musik streaming digital di Indonesia mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya. Selama masa pandemi nilai pasar musik streaming di Indonesia diperkirakan tembus hingga US$148 juta, atau sekitar 2,1 triliun rupiah.

    Penetrasi pengguna musik streaming di Indonesia pada 2020 diperkirakan hanya 4,08 persen dan menempatkan Indonesia pada posisi 144 dunia. Pelanggan berbayar musik digital pada kuartal II 2020 paling banyak diduduki Spotify sebesar 34 persen, Apple Music 34 persen, Amazon Music 15 persen, dan 13 persen untuk layanan streaming lainnya.

     



    Personel Band Sheila On 7 Adam Muhammad Subarkah berpendapat layanan musik streaming membuat pendengarnya dapat memutar lagu kapan saja dan dimana saja sambil beraktivitas. Mendengarkan lagu juga tidak lagi harus per album tetapi dapat berdasarkan suasana hati.

    “Sebenarnya cara mendengarkannya sih lebih berbeda, dan orang juga enggak terlalu harus meluangkan waktu karena dimanapun bisa,” ujar Adam dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Senin, 19 Juli 2021.

    Rilisan fisik seperti piringan hitam, kaset, DVD, dan format lainnya masih tetap eksis di tengah tren layanan musik streaming digital saat ini. Namun, dia melihat ada pergeseran.

    Apabila dahulu rilisan fisik menjadi medium utama, kini berubah menjadi koleksi atau sebagai konten media sosial.

    “Kalau dulu mungkin merchandise orang menganggapnya sepatu, tas atau pernak pernik lainnya atau t-shirt gitu ya. Nah sekarang rilisan fisik pun menurut saya juga bagian dari merchandise,” tutur pengamat musik Adib Hidayat.

    Statistika Global Consumer Survei per Oktober 2019 menunjukkan pengguna musik streaming di Indonesia didominasi milenial. Sebanyak 45 persen berasal dari usia 25-34 tahun, diikuti usia 18-24 tahun sebesar 28,6 persen, kemudian usia 35-44 tahun 26,4 persen. (Widya Finola Ifani Putri)

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id