comscore

'Gempuran' Ska di Pesta Jazz

Agustinus Shindu Alpito - 04 Maret 2016 23:26 WIB
Gempuran Ska di Pesta Jazz
Tokyo Ska Paradise (Foto: Metrotvnews.com/Agustinus Shindu)
medcom.id, Jakarta: Java Jazz Festival (JJF) kini tidak hanya dikenal sebagai festival musik yang khusus menyuguhkan musik dari ranah jazz. Telah digelar lebih dari satu dekade, JJF mampu mengakomodasi penggemar musik secara luas, termasuk pop.

Pada tahun ini, salah satu pengisi acara yang menarik adalah Tokyo Ska Paradise Orchestra. Sesuai namanya, grup yang terdiri dari sembilan personel itu mengusung aliran musik ska dan mereka berasal dari Jepang. Mereka tampil di hari perdana JJF 2016, Jumat (4/3/2016).
Dari pengamatan Metrotvnews.com, Tokyo Ska Paradise Orchestra menyedot banyak perhatian penonton. Grup ini jadi alternatif bagi mereka yang tidak menyaksikan Robin Thicke yang tercatat sebagai penampil spesial.

Ini bukan kali pertama mereka tampil di Indonesia. Pada tahun 2014, pihak Java Festival Production pernah menghadirkan Tokyo Ska Paradise Orchestra di ajang festival musik SoundsFair.

Di tahun 2015, mereka juga pernah tampil dalam festival kultur Jepang. 

Sebelum benar-benar tampil di JIExpo Kemayoran sekitar pukul 21.45 WIB, Tokyo Ska Paradise Orchestra mengajak rekan mereka, Rei, sebagai pembuka. 

Rei adalah perempuan berdarah Jepang yang tumbuh besar di New York. Dia musisi tunggal yang bernyanyi sekaligus bermain gitar. Musik yang diusung adalah blues.

Sekitar 30 menit tampil, Rei yang sadar para penonton menanti "menu utama," segera mempersilakan Tokyo Ska Paradise Orchestra tampil.

Tanpa basa-basi, para pasukan ska itu menggeber panggung.

Suara saksofon yang bersahutan dengan trumpet dan trombon tak mungkin ditolak para pendengar untuk sekadar bergoyang kecil. Tak peduli para penonton pada hari ini datang untuk Candy Dulfer, Boney James, atau bahkan Glenn Fredly, area depan panggung Tokyo Ska Paradise Orchestra dipenuhi penonton yang berjoget.

Meski lagu yang dibawakan tak mengagetkan lagi, mereka tetap sukses menghibur. Bagi mereka yang memang mengikuti perjalanan dan panggung-panggung Tokyo Ska, bahkan lagu soundtrack film God Father yang nyaris selalu dibawakan pun tetap menyenangkan untuk didengar lagi. Terlebih dibawakan secara langsung.

Bagi para personel Tokyo Ska sendiri, mereka pun seolah tak bosan terus berjingkrak membawakan lagu yang sama. Dalam wawancara sebelum tampil, para personel menyatakan bahwa musik mereka refleksikan sebagai sesuatu yang damai dan mendamaikan.

Dalam wawancara itu mereka juga tak ragu menjelaskan bahwa mereka memang kerap membawakan ulang lagu-lagu populer, sebagai upaya melestarikan musik ska itu sendiri. 

Musik ska yang populer di Jamaika pada era 1960-an memang tak lagi jamak di sana. Tetapi justru tumbuh di berbagai negara pada saat ini, termasuk di Indonesia.

Melihat tingginya animo penonton, bukan tak mungkin Tokyo Ska akan kembali menggempur berbagai festival musik yang ada di Indonesia.

(ELG)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id