India Terganggu Video Musik Coldplay

    Agustinus Shindu Alpito - 08 Februari 2016 11:49 WIB
    India Terganggu Video Musik Coldplay
    Video musik Hymn For the Weekend (Foto:YouTube)
    medcom.id, Mumbai: Coldplay baru-baru ini merilis video musik ketiga dari album A Head Full of Dreams, Hymn For the Weekend.

    Pengambilan gambar video musik penuh warna itu dilakukan di India, dan sukses menyedot perhatian penggemar musik pasca-perilisan.

    Meski secara visual kualitas video musik tersebut tidak perlu diragukan lagi, Coldplay dan Beyonce yang muncul dalam video tersebut menuai kontroversi.

    Perdebatan datang dari persoalan tataran makna dalam video musik tersebut.

    Coldplay dianggap melakukan eksploitasi budaya tanpa pendekatan terlebih dahulu. Hasilnya, video musik itu disebut mencederai kultur dan historis panjang masyarakat India.

    Seperti dilansir HuffingtonPost, ada beberapa persoalan yang menjadi sorotan utama dalam video musik tersebut. Salah satunya, Coldplay dianggap tidak peka terhadap sejarah kolonialisme yang pernah dialami bangsa India, 70 tahun lalu.

    Coldplay adalah grup musik asal Inggris dan India pernah dijajah Inggris. Dengan luka kolonialisme yang dalam dan dampak besar terhadap kultur serta ekonomi India, Coldplay datang dan terlihat seperti bersenang-senang di India.

    Ini membuat Coldplay seolah tidak menghargai proses penyembuhan luka kolonialisme India.

    Kritik lain yakni seputar stereotipe yang diangkat Coldplay soal India. Sebagaimana tampak dalam video musik, Coldplay memerlihatkan potret kemiskinan, dan para sadhu.

    "Mengapa orang kulit putih tetap tidak paham? India tahun 2016 bukanlah pulau para penari ular, sadhu, dan nagin. Stereotipe," kicau jurnalis Zakka Jacob di Twitter.

    Video Hymn For The Weekend dianggap gagal merepresentasikan India.

    "Saya merasa (video musik) itu mengganggu. Coldplay datang ke India, mereka terlihat seperti orang baik. India memiliki generasi muda berpendidikan, makmur, dan good looking," kata musisi lokal Mihir Joshi, seperti dilansir CNN International.

    Pendapat berbeda datang dari aktris Bollywood, Sonam Kapoor, yang juga tampil dalam video musik itu. Kapoor merasa apa yang diangkat sutradara Ben Mor lewat video musik itu sudah sesuai.

    "Sebagai orang India, kami banyak menggunakan westernisasi dalam film dan video musik kami. Tidak ada satu pun yang berbicara tentang kepekaan orang lain," kata Kapoor.

    Kritik pun berlanjut soal kehadiran Beyonce yang berdandan ala bintang Bollywood dalam video itu. Sebagai perempuan Amerika keturunan Afrika, Beyonce dianggap tidak sensitif soal rasisme yang juga melanda India.

    Dengan segala "ke-Amerika-an" yang dimiliki, Beyonce seolah melenggang begitu saja dan meminjam budaya India untuk bersenang-senang.

    Lepas dari kontroversi itu, lagu Hymn For The Weekend sukses besar di India. Ditandai dengan berada di puncak teratas iTunes India.

    "Terima kasih warga India yang membuat kami merasa sangat diterima," kicau Coldplay di Twitter, tak gentar dengan segala kritik yang ada.


     



    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id