Pertunjukan Parahita Hanya Digelar Tahun Ini

    Putu Radar Bahurekso - 09 Juni 2016 13:33 WIB
    Pertunjukan Parahita Hanya Digelar Tahun Ini
    Endah n Rhesa (Foto: Metrotvnews/Putu)
    medcom.id, Jakarta: Parahita adalah sebuah EP kolaborasi antara Endah n Rhesa dan Dialog Dini Hari. Mini album Parahita sudah dirilis sejak awal April 2016 di bawah nama DDHEAR.

    DDHEAR adalah sebuah akronim dari kedua band tersebut, Dialog Dini Hari dan Endah n Rhesa. Nama ini akan digunakan untuk album kolaborasi Parahita ini.

    Dalam perilisan sebuah singel, EP, maupun album pasti akan dilakukan konser atau sekadar pertunjukan live untuk mempromosikan karya tersebut. Begitupun dengan DDHEAR. Namun, pertunjukan live untuk album Parahita hanya akan dilakukan selama 2016 saja.

    “Kita bersepakat bahwa untuk tampil mengenai album ini baik konser maupun di festival hanya untuk 2016 saja,” ujar Endah Widiastuti, vokal dan gitar dari Endah n Rhesa, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta.

    Lalu bagaimana dengan penjualan album Parahita? Berbeda dengan pertunjukan live-nya, album Parahita akan tetap diproduksi sesuai permintaan.

    “Kalau albumnya sih tergantung demand-nya ya,” lanjut Endah.

    Bercerita mengenai kolaborasi antara band duo asal ibukota dengan band indie asal Pulau Dewata tersebut, Endah n Rhesa menceritakan bahwa Parahita lahir berkat kolaborasi mereka saat tampil di Bali.

    “Agustus 2015 kami sempat berkolaborasi bareng Dialog Dini Hari di Sanur Village Festival. Waktu itu kolaborasinya hanya jamming saja sebenarnya. Habis dari itu kerasa seru, akhirnya enggak lama kita ketemu lagi di Bali dan kemudian kita mencoba kolaborasi. Itu cikal bakalnya album Parahita ini,” tutur Endah.

    Selain membuat materi lagu baru, DDHEAR juga membuat lagu cover dari masing-masing band ke dalam album ini. Dialog Dini Hari meng-cover lagu Endah n Rhesa, begitupun sebaliknya.

    Bercerita mengenai nama Parahita sendiri, Parahita adalah sebuah kata dalam bahasa Sansekerta. Nama ini digunakan karena dianggap cocok dengan kolaborasi kedua band tersebut.

    “Parahita itu artinya saling melindungi, saling peduli, dan saling memperhatikan. Semacam simbiosis mutalisme lah,” ujar Rhesa Aditya, bassist Endah n Rhesa.

    “Jadi nama ini cocok untuk kolaborasi kita di mana kita juga sebenarnya saling belajar dari satu sama lain di kolaborasi ini,” sambung Endah.
     

    (ELG)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id