YouTube jadi Ladang Pendapatan Utama Musisi Indonesia selama Pandemi Covid-19

    Cecylia Rura - 14 Oktober 2020 10:03 WIB
    YouTube jadi Ladang Pendapatan Utama Musisi Indonesia selama Pandemi Covid-19
    Candra Darusman dalam diskusi hak cipta yang digelar Dewan Kesenian Jakarta (Foto: Eva Tobing/DKJ)
    Jakarta: Platform video YouTube saat ini masih yang terpopuler di antara sejumlah aplikasi video. Selama pandemi Covid-19, tak sedikit pekerja di berbagai sektor, termasuk bidang seni terdampak Covid-19 hingga kehilangan pekerjaan.

    Meski tak mewakili pihak Youtube secara resmi, Muara Sipahutar sebagai Executive Youtube, ikut memberikan pemahamannya tentang bagaimana kondisi pandemi membuat para musisi dan label menjadikan YouTube sebagai ladang pendapatan utama.

    "Mereka mengakui bahwa YouTube itu revenue generator salah satu yang paling besar di company-nya," kata Muara dalam diskusi publik tentang hak cipta, yang digagas oleh Dewan Kesenian Jakarta, Selasa 13 Oktober 2020.

    "Jadi mereka bisa sustain, bisa survive gara-gara ada YouTube. Intinya begitu," kata Muara.

    Setiap bulan, terdapat 2 miliar pengguna masuk ke akun YouTube baik itu kreator, musisi profesional maupun amatir untuk mempromosikan karya dan brand mereka. Muara mengatakan, YouTube terkhusus di bidang musik memberikan pemasukan, salah satunya dari iklan.

    Dalam satu menit, sekitar 400 jam konten diunggah untuk seluruh dunia melalui YouTube. Untuk mendeteksi kepemilikan karya yang diunggah, YouTube bermitra dengan label.

    "Bukan YouTube yang menentukan, tapi kita bekerja sama dengan mitra lokal dan internasional untuk melakukan itu. Contohnya kita bekerja sama dengan label untuk menentukan sound recording atau rekaman mana yang punya mereka," kata Muara.

    "Kita kasih tools, sistemnya, mereka masukkan semua recording, rekaman yang mereka punya 100 persen," kata Muara.

    Dari sisi pencipta, YouTube bermitra dengan publisher dan lembaga manajemen kolektif yang masing-masing mengatur perihal copyright seperti mengatur hak mechanical ketika lagu direproduksi dalam suatu perangkat. YouTube juga bermitra dengan LMK Wahana Musik Indonesia (WAMI).

    "Lembaga manajemen kolektif kita bermitra dengan WAMI, Wahana Musik Indonesia, mereka memang in charge untuk mengoleksi performing rights ketika lagu itu tampil di muka umum," kata Muara. 

    Ketika didapati rekaman yang direproduksi akun lain menggunakan rekaman pemilik copyright atau label, maka seluruh pendapatan yang diperoleh dari video tersebut masuk ke pemegang copyright atau label tersebut.
     

    (ASA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id