Andrea Turk dan Ambisi Bermusik

    Cecylia Rura - 21 Agustus 2019 08:00 WIB
    Andrea Turk dan Ambisi Bermusik
    Andrea Turk. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
    Jakarta: Andrea Putri Turk masuk ke sektor musik berbekal ilmu yang diperoleh secara formal. Sejak usia 10 tahun, diakuinya sudah akrab dengan instrumen musik piano. Lambat laun, dia menekuni seni vokal tempat penyanyi Agnes Monica mematangkan talentanya sebelum menjadi penyanyi internasional.

    Kerja keras Andrea dalam ambisinya sebagai pekerja seni membuahkan hasil. Pada Sabtu, 22 Juni 2019, Andrea Turk menjadi satu-satunya perwakilan dari Asia untuk kompetisi International Category of Young Songwriter Competition 2019 yang digelar Song Academy, London, UK. Andrea menang berkat lagunya berjudul Who We Are.

    Selain bicara soal musik, Andrea Turk mengungkapkan bagaimana rasanya menjadi keturunan WR Supratman dan bagaimana silsilahnya sehingga dia dikenal sebagai cicit WR Supratman.

    Kurang dari 60 menit, Andrea meladeni wartawan Medcom.id saat berkunjung ke rumahnya di kawasan Jakarta Selatan dengan maksud berbincang. Seusai Andrea menjalani les musik, siang menjelang petang, Andrea mempersilakan saya masuk. Kami melakukan kegiatan wawancara di sebuah studio musik pribadi Andrea pada pertengahan Juli lalu.

    Serius di musik sejak kapan?
    Andrea secara intensif les vokal dan piano dari umur 10 tahun. Dari situ Andrea sudah banyak sekali belajar di Jakarta, termasuk di KBL kursus les Agnes Monica selama empat tahun vokal. Setelah itu, dengan Bu Otti Jamalus sempat sebentar dan Mas Indra Aziz. Kemarin ini les vokal klasik sama Bu Suryo Wiryadi dan Pak Farman Purnama di The Rezonans. Untuk pianonya Andrea sudah dari umur 10 tahun sama Mas Andi Stefi.

    Daftar nama mentor dari kalangan musisi jazz dan klasik. Mengapa dasar belajar musik memang sengaja klasik dan jazz dulu, lalu sekarang lebih ke R&B?
    Andrea memang basic-nya harus dari klasik. Jadi Andrea belajar kelas opera sama piano. Sangat membantu banget dalam mengomposisi dan songwriting. Kalau jazz pingin eksperimental saja siapa tahu dapat inspirasi.

    Andrea Turk dan Ambisi Bermusik
    Andrea Turk. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

    Lagu Andrea berjudul Who We Are sempat populer, bercerita tentang apa lagu itu?
    Andrea nulis itu pas lagi teleponan sama teman malam-malam. Kita kayak sudah muak sama kehidupan biasa remaja-remaja mau kabur, malas ini dan itu. Habis tutup telepon Andrea ke piano dapat inspirasi itu. Sebenarnya lebih ke pencarian jati diri. Enggak apa-apa, kalau saat sekarang ini remaja-remaja belum tahu mau ngapain yang penting have fun aja.

    Bagaimana pengerjaan komposisi musik dan lirik Who We Are?
    Iya dari Andrea sendiri tapi Andrea produce itu di Swedia. Dibawa ke Swedish produser Olof Lindskog dan singer songwriter Hayley Aitken. Andrea workshop satu hari di sana dan jadi lagunya.

    Berkat musik ini, Andrea mengunggah daftar universitas di Amerika dan Inggris yang menerima aplikasi Andrea, bagaimana itu bisa terjadi?
    Itu aplikasinya heboh banget. Very tiring. Sleepless night just applying to all the universities. Tadinya mau ke NYU Clive, tapi karena memang bukan jalannya jadi Andrea masih apply ke semua yang masih buka. Takut enggak dapat universitas, because I wanna go to universities, I wanna learn more. So I applied to 10 and I got them all. Akhirnya ke Cal Arts LA aja. Fokus di vokal.

    Enggak tertarik sekolah seni di Indonesia saja?
    Andrea baru pulang dari Jogja tapi bukan (belajar) di universitas, hanya kursus, jalan-jalan sama profesor Institut Seni Indonesia (ISI). Selama tiga hari berturut, enam jam sehari. Andrea nekunin belajarnya di universitas di luar negeri karena mau go international jadi sekalian aja langsung ke sana.

    Fokus studi musik di usia 18 tahun hingga ke luar negeri, apa yang Andrea persiapkan? Menjadi seorang musisi atau akademisi?
    Agendanya pasti harus terus pursue education karena belajar itu nomor satu. 'Cause like if I haven't been learning, if I haven't been going to this all, I can't produce, I can't sing. I don't know anything about music theory. So, definitely pursue education tapi sambil kuliah Andrea juga mau rilis album setiap tahun. Menjalani karier di sana, kolaborasi. Artist career tetap jalan, sekolahnya juga dapat.

    Rekam jejak yang rapi dengan bimbingan tenaga profesional di bidang musik, bekal bermusik ini akan kamu persiapkan untuk serius di profesi apa?
    Bisa sing, songwrite, produce lagu karena nanti di sana Andrea enggak kenal siapa-siapa dan agak ribet kalau minta orang produce, mixing, dan mastering. Kalau bisa sendiri kenapa enggak. Now everything is very accessible. Making music by camera, kenapa enggak.

    Andrea Turk dan Ambisi Bermusik
    Piala penghargaan Andrea Turk di bidang musik dan film di sekolah (Foto: Medcom/Cecylia)

    Bagaimana pandangan Andrea melihat bermusik kini menjadi lebih mudah terekspose, terbantukan dengan internet dan teknologi?
    Teknologi sekarang membantu untuk exposure. Karena Instagram, jadi semua orang bisa kenal secara personal jadi lebih berminat ke musiknya. Now, I wouldn't say is any easier. Tetap saja if nobody streams music and not going anywhere even they are on Spotify, kalau enggak ada yang dengerin sama saja. Definitely still the same, tapi Andrea juga nanti kepingin rilis fisik juga, limited edition, sebagai koleksi buat orang-orang. Zaman sudah berubah.

    Apakah Andrea merasa adil ketika sekarang teknologi memudahkan untuk ekspose para musisi? Sementara dulu banyak tahapan yang harus dilalui sebelum merilis album fisik.
    Salut sih sama artis-artis indie yang di Indonesia. Petra Sihombing, Tulus. Mereka bisa dan indie. Kalau mereka bisa kenapa Andrea enggak. Itu kerjanya lebih berat daripada ikutan sama label. Kalau lihat musisi yang make it without label itu Andrea hats off (angkat topi) karena itu prosesnya lama banget dan berat sekali. Semuanya dikerjakan sendiri. Setiap orang punya tantangannya sendiri.

    Bagaimana perkembangan musik indie di Indonesia menurut Andrea Turk?
    Booming ya. It's on spot in the industry. I think it's great thing because banyak sekali artis Indonesia indie yang butuh diperhatikan dan bertalenta, they are so underrated. Karena ada panggung Java Jazz, We The Fest, semua orang jadi bisa lihat.

    Bicara soal lagu Andrea, One Love One Heart, apakah memang sebagai bentuk dukungan untuk Joko Widodo?
    Lebih ke apresiasi. He was also one of candidates. Andrea merasakan hasil kerjanya dan kerjanya memang nyata. Andrea ajak Jayko, mau enggak bikin lagu. Ya sudah kita bikin aja siapa tahu ketemu. Kapan-kapan (mungkin) dia (Joko Widodo) dengerin, lagunya siapa tuh? Ayo undang. He is really amazing.

    Apakah setelah itu ada pertemuan dengan Joko Widodo?
    Still hope.

    Bagaimana rasanya ketika banyak headline berita menyebutkan Andrea Turk sebagai cicit WR Supratman?
    Pasti headline itu menjadikan beban bagi Andrea tapi justru aku melihatnya sebagai dorongan untuk mendorong menjadi musisi yang lebih handal. Karena semuanya berekspektasi tinggi, Bapak WR Supratman. Maksud aku pressure itu bagus karena membuat aku go for my potential, become better and better. I'm very proud of it. I don't wanna let him and everyone down.

    Pernah merasa kesal dengan sebutan cicit WR Supratman?
    It's just beginning. Andrea masih dalam masa perkenalan. Tapi untuk tahun-tahun berikutnya, aku ingin dikenal sebagai diriku sendiri through my music. This is Andrea Turk, not cicit WR Supratman, this is me.

    Bagaimana gambaran peta silsilah keluarga sehingga Andrea dikenal sebagai cicit WR Supratman?
    Kakaknya Bapak WR Supratman, namanya Mbah Ngadini Soepratini. Beliau itu, keturunan dari mama saya. (Saya) Cicit buyut dari kakaknya WR Supratman. Mama saya, punya nenek namanya Mbah Ngadini.

    Bagaimana pengalaman perdana sebagai stage performer bareng Weird Genius untuk pembuka panggung The Chainsmokers pada Maret tahun lalu?
    Awalnya Andrea kirim karya-karya terus Mas Eka Gustiwana enggak jawab, hanya baca aja. Tiba-tiba mendekati hari H, dua minggu sebelumnya, kita belum pernah kenal terus Mas Eka ajak ketemuan. Finally, yes. Dari dulu memang pingin kolaborasi sama Mas Eka dan Weird Genius. Awalnya aku berpikir ini bercanda. Akhirnya kita membuat lagu judulnya Rainbow. Aku membawakannya. Tiga hari sebelumnya aku tidak menyangka, kayak mimpi. Sampai itu sebelum naik pentas Andrea sit up. Pas di stage sudah lupa semua and just have fun sama mereka. It was magical experience.

    Sempat bertemu dengan The Chainsmokers?
    Enggak, mereka sudah keburu pergi.

    Andrea Ingin berkolaborasi dengan musisi siapa?
    Actually, sekarang ini lagi garap album kedua it's gonna release on August, lebih banyak kolaborasi. Album pertama ada Mas Satrio Pratomo, Petra Sihombing, Mery Kasiman, Indra Perkasa, Nikita Dompas. Album kedua beberapa orang legendaris datang dari Mas Dewa Budjana, Iga Massardi, Mas Eka. Alhamdulillah banget. Also have my friends, Prince Husein, Alffy Rev. Mimpinya sama Mas Dewa Budjana akhirnya dia juga mau. My dream comes true.

    Nama kolaborator dari beragam genre, bagaimana Andrea merangkumnya dalam satu album (album kedua)?
    Just wait and see. Album pertama banyak genre, semuanya enggak satu warna, pasti beda-beda. Album kedua it's a bit darker in terms of songwriting and production tapi tetap ada berbeda selera.

    Siapa lagi musisi yang ingin diajak kolaborasi?
    Kepingin juga sama Mas Addie MS.

    Andrea Turk dan Ambisi Bermusik
    Andrea Turk saat berada di studio rekaman pribadi di rumahnya (Foto: Medcom/Cecylia)

    Bagaimana inspirasi Andrea dalam bermusik? Apakah ide itu dengan mudah datang pada saat tertentu seperti saat berada pada titik terendah dalam hidup atau saat depresi?
    I think every musician is very depressing. People are creative when they actually in the dark. Andrea biasanya work under pressure. I have something on me, sometimes when happy moments I can't write music.

    Selain bermusik, Andrea melakukan hal kesenian apa?
    I do poetry. My songwriting getting better because of poetry. I used to have a book write everything as my journal.

    Instrumen musik yang kamu mainkan?
    Paling handal piano, gitar otodidak.

    Sebagai milenial, percaya dengan astrologi?
    I'm one of them. Ada zodiak ada natal chart, natal chart itu secara keseluruhan orang. Kalau zodiak hanya sign yang garis besar zodiak kamu itu apa. I don't know for the natal chart. It's so interesting because most of that so accurate. But the end of the day you are your own person. Don't let this chart or sign define your life. I mean it's good for self-reflection, tapi jangan terbawa arus.

    Hal apa yang biasa kamu perbincangkan tentang astrologi atau natal chart?
    Fun fact. They say if you want to know comparable to someone, you have to match the your sign with their sign, that's how you know if it's comparable.

    Lagu apa yang sedang didengarkan?
    It's a lot. I have been having on repeat, Brock Hampton - Bleach. Miley Cyrus - The Most, I love the songwriting. Summer - The Carters, sekarang ini aku lagi mendengarkan hip hop. Frank Ocean - Self Control. Mac Miller - Dang!

    Ketika bicara soal menulis lirik lagu, siapa yang menjadi panutan Andrea Turk?
    Billy Martin. Cara dia menulis, seperti jazz is thing. Very simple but it's very poetic. For me, kena di hati.

    Profil Andrea Turk
    Nama: Andrea Putri Turk
    Tanggal lahir: 13 Desember 2000
    Zodiak: Sagitarius
    Makanan favorit: Salmon
    Minuman favorit: Coconut water, coffee
    Film Favorit: The Conjuring
    Hobi: Nonton film, lari (dari kenyataan, just kidding), dengerin musik
    Hewan peliharaan: Cat named Luci (short for Lucifer), Lowkey a dog.

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id