Cerita Rocket Rockers Hampir Bubar karena Tren Band Melayu

    Dhaifurrakhman Abas - 09 Februari 2020 11:00 WIB
    Cerita Rocket Rockers Hampir Bubar karena Tren Band Melayu
    Aska Rocket Rockers (Foto: Medcom/Abas)
    Aska Pratama, anggota band Rocket Rockers sempat terdiam saat mendengar keinginan Ucay mundur dari band yang membesarkan namanya itu. Sang vokalis memilih hengkang pada 2013 lalu dengan alasan ingin mendalami agama.

    Mendengar hal itu, sontak saja Aska bak tersambar petir. Bagaimana tidak. Bagi sebagian besar band, keberadaan vokalis mengambil peranan penting dan vital. Vokalis merupakan sosok ujung tombak, lini terdepan. Tidak sedikit band namanya meredup yang ditinggalkan sang vokalis.

    "Sempat gonjang-ganjing. Ya namanya vokalisnya keluar, pasti rasanya kayak yang pincang," kata Aska, ketika berbincang dengan Medcom.id, tempo hari.

    Yang menjadi masalah, Aska kini mesti memikul tanggung jawab besar, menjadi vokalis menggantikan Ucay. Sebetulnya memimpin band di atas panggung bukan kali pertama ia lakukan. Mengingat, waktu Ucay masih tergabung dalam band, Aska kerap menghibur penonton dengan suaranya sambil memetik gitar.

    "Karena Rocket Rockers kan basicnya vokalnya dua. Saya nyanyi dan Ucay juga nyanyi," ujarnya.

    Namun ia merasa belum bisa menandingi marwahnya Ucay, yang pandai dan apik berinteraksi dengan penonton dari atas panggung. Bahkan Aska mengaku sempat canggung ketika Rocket Rockers manggung berbulan-bulan setelah ditinggal Ucay.

    "Empat bulan pertama (setelah Ucay Hengkang), saya enggak ngerti harus ngapain," kenangnya sambil mengernyitkan dahi.

    Untuk menyiasatinya, Aska bersama kawan-kawan Rocket Rockers kerap menambah jumlah lagu yang dimainkan di atas panggung. Hal ini bertujuan agar interaksi yang dilakukan terhadap penonton semakin sedikit.

    "Biasanya manggung kita 11 lagu. Pas saya gantiin Ucay, sekarang jadi 15-16 lagu. Motong waktu biar enggak ngomong (dengan penonton)," ungkap dia.

    Cerita Rocket Rockers Hampir Bubar karena Tren Band Melayu
    Rocket Rockers (Foto: Medcom/Kumara)

    Tapi, Aska memiliki keinginan kuat untuk belajar dan beradaptasi menjadi vokalis penuh Rocket Rockers. Dalam kurun waktu yang cukup singkat, dia bisa membentuk jati dirinya sebagai vokalis sekaligus gitaris yang memimpin Rocket Rockers tiap kali manggung.

    "Akhirnya saya belajar, saya siaran di radio juga, coba-coba ngobrol. Kalau Ucay itu dulu cara interaksinya dengan orasi, Kalau saya beda, saya interaksi dengan mereka. Jadi mereka seakan diajak di panggung, pokoknya ada interaksi yang lebih khusyuk," jelasnya mantap.

    Kembali Ditinggal Personel

    Rocket Rockers kembali ditinggal personelnya pada Ramadhan tahun 2018. Kali ini sang gitaris, Rizky Fadli alias Lowp yang memilih hengkang lantaran ingin fokus mendalami agama. Kabar itu cukup mengagetkan, mengingat kebersamaan Lowp bersama grup asal Bandung itu sudah selama 18 tahun.

    Tapi lagi-lagi menurut Aska, itu bukan persoalan besar. Band yang dibentuk bersama kawan-kawannya sejak 1999 itu tetap saja bisa bertahan dari masalah yang dihadapi, meskipun terseok-seok. Kalau kata Aska, Rocket Rockers mampu bertahan karena setiap anggotanya saling merekatkan dengan cara yang adil dan transparan.
     
    "Kita terbuka. Bahkan dari masalah keuangan pembagian gaji. Biasanya kan kalau band, yang founder dapat sekian persen, yang masuknya belakangan dapat sekian persen, yang skill-nya biasa saja dapat sekian persen. Tapi kalau kita, pembagiannya sama rata," paparnya.
     
    Grup band yang memulai debut di kota Bandung, Jawa Barat, itu juga tak pernah memiliki target pencapaian setinggi langit. Semua rencana proyek Rocket Rockers dilakukan secara bertahap guna menghindari tekanan yang kerap membuat band retak hingga menjurus bubar.

    “Kita mimpinya enggak pernah gimana. Simpel. Sesimpel memikirkan caption apa di Instagram untuk esok hari. Kenapa simpel? Kalau kita menerapkan mimpinya terlalu jauh, bisa kecewa kalau enggak kecapai,” kata dia lagi.
     
    Kendati demikian, Aska mengakui rasa jenuh ngeband kerap datang. Biasanya Rocket Rockers membunuh rasa bosan dengan melakukan remake lagu dari musisi lain.
     
    “Kita sering banget kolaborasi. Seperti misalnya pada 2017 kita juga remake lagunya Maliq & d'Essentials, Pilihanku,” ujarnya.

    Cerita Rocket Rockers Hampir Bubar karena Tren Band Melayu
    Rocket Rockers (Foto: dok. pribadi)

    Setiap anggota Rocket Rockers juga diperbolehkan mendirikan proyek lainnya di luar band tersebut. Ambil misal yang baru-baru ini dilakukan Aska. Dia berkolaborasi dengan penyanyi Ifan Ohsi meluncurkan sebuah singel berjudul Rasakan Dunia yang melibatkan teman-teman tuli.
     
    “Kita banyak kolaborasi. Belakangan saya dengan Ifan Ohsi, ciptakan lagunya. Tapi sejauh masih bisa kita libatkan, saya pasti libatkan juga Rocket Rockers,” terang dia.

    Hampir Bubar karena Lagu Melayu

    Rocket Rockers memang berhasil bertahan selama 21 tahun. Namun Aska mengaku band tersebut memiliki titik terendahnya sekitar pertengahan tahun 2000an.

    Gara-garanya album Rocket Rockers ketiga bertajuk Better Season (2008) tak kunjung dirilis pihak label yang dulu dinaungi Sony Music. Berjayanya musik melayu menjadi penyebabnya.

    “Dulu ketika kita di Sony Music, album ketiga kita tidak dirilis. Gelombang melayu lagi masuk. Jadi album ketiga kita kepending hampir tiga tahun," ucapnya

    Aska naik pitam lantaran album yang susah-susah mereka bikin tak kunjung dirilis. Tapi dirinya bersama personel Rocket Rockers lainnya tak bisa berbuat banyak lantaran memiliki kontrak terhadap label music tersebut.  Mereka harus patuh.

    “Tahu sendiri kan, kalau keluar dari label pada saat itu, kita harus bayar Rp1 miliar. Duit dari mana?” kenang dia.

    Rocket Rockers krisis eksistensi. Gaungnya tertutup musik Melayu. Sebab itu Aska kepikiran buat menyusul hengkang dari Rocket Rockers. Dia kepikiran banting setir dan mulai bersolo karier lewat ajang pencarian bakat.

    “Saya sampai merasa mau ikut Indonesian Idol aja. Tapi pas niat itu mau masuk, akhirnya kita bisa keluar dari Sony Music dan mengeluarkan label sendiri yang namanya Reach & Rich Records, dan alhamdulillah, keluar album Better Season, dan lagu Hilang Ingatan keluar. Lagu, yang mungkin bikin orang banyak tahu siapa Rocket Rockers,” ujar dia.

    Proyek Masa Depan

    Beruntung, Rocket Rockers bisa melewati setiap permasalahan dengan mulus. Band yang sudah berdiri selama 21 tahun itu memastikan tidak akan berhenti. Bahkan band tersebut sudah memiliki banyak rencana yang akan dikejar.

    Salah satu proyek tersebut ialah membuat video musik baru dari lagu-lagu yang sudah ditayangkan. Nantinya lagu tersebut akan ditambahkan teks agar bisa dinikmati teman tuli. Rocket Rockers ingin kartanya bisa dinikmati secara universal.

    “Ya, itu di bulan Maret insyaallah, lagu Hilang Ingatan itu kita bakal pakai bahasa isyarat. Mudah mudahan banyak teman-teman tuli juga yang merasa, ini lagunya untuk teman tuli juga," ujarnya.

    Aska memastikan, hal ini dilakukan tanpa imbalan. Dia tidak menjadikan teman tuli sebagai pasar yang bisa meraup keuntungan buat bandnya.

    “Target pasar saya enggak, enggak ada target pasar apa lah, atau di balik ini ada promo apa gitu. Enggak ada. Ini pure saja untuk lebih bisa melebarkan lagi bahasa isyarat,” terangnya.

    Mereka juga tetap akan berkolaborasi dengan band-band lainnya dan mengcover lagu. Teranyar, band tersebut baru saja menelurkan album Cheers From Rocket Rockers (2017) yang merupakan proyek kolaborasi dengan 17 band.

    “Ini album kompilasi Rocket Rockers, jadi 17 lagu kita dibawakan oleh 17 musisi. Ada Fiersa Besari di dalamnya, ada Midnight Quickie, Superglad, macam-macam lah,” katanya.

    Rocket Rockers juga berencana menelurkan album terbarunya pada Agustus 2020. Namun Aska tak mau membeberkan secara gamblang soal rencana besar itu.

    “Insyaallah di 17 Agustus 2020 kita bakal ngeluarin album baru yang bakal diumumkan nama dan artworknya di bulan Februari,” tandas dia.


     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id