Kisah Pilu Pekerja Seni Hilang Penghasilan Akibat Pandemi

    Sunnaholomi Halakrispen - 25 Juli 2021 08:00 WIB
    Kisah Pilu Pekerja Seni Hilang Penghasilan Akibat Pandemi
    Randu Palasara, salah satu pekerja seni yang terdampak pandemi covid-19 (Foto: Instagram)



    Jakarta: Pandemi covid-19 berdampak bagi sejumlah sektor. Termasuk para pekerja seni yang kini hilang penghasilan. Ekonomi mereka pun terhambat, bahkan posisi sebagai tulang punggung keluarga seakan mencekik mereka.

    Salah satunya, Randu Palasara yang awalnya seorang musisi (season player) untuk beberapa penyanyi solo sekaligus teknisi band. Lantaran pandemi, ia harus berjuang mencari rezeki untuk anak dan istri hingga menjalani kerja serabutan sebagai kenek tukang kanopi dan cat. 

     



    Tentu pekerjaannya saat ini bukan bidang keahliannya. Pendapatannya dalam sebulan pun jauh lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi dan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

    Ada juga Suharno, seorang badut sulap panggilan sejak tahun 1991. Biasanya, ia mendapatkan panggilan sebanyak tiga hingga empat kali dalam seminggu.

    Namun, pandemi mengubah pendapatannya dalam mencari nafkah untuk keluarga. Sebab, panggilan badut sulap menjadi sepi. Kini, ia menjalani pekerjaan sampingan sebagai pengemudi ojek online. PPKM pun membatasi jam kerjanya di luar rumah.

    Kemudian, ada Yoman. Dia adalah road manajer komedian Tanah Air. Pandemi membuatnya tidak memiliki pemasukan sama sekali, hingga ia tak mampu membayar biaya kontrakan selama dua bulan.

    Istri komedian Sapri Pantun, Irma Suryatin, pun harus berjuang sendiri setelah suaminya meninggal dunia. Irma menjadi tulang punggung keluarga, membesarkan kedua anaknya.

    Selain itu, masih banyak pekerja seni yang terdampak pandemi. Begitu juga keluarga pekerja seni yang di tinggal meninggal dunia hingga harus berjuang mencari nafkah sendiri. 

    Kondisi memprihatinkan itu membuat Showbizdeal bekerja sama dengan Web TV Asia dan Road Manager Indonesia (RMI). Mereka melakukan penggalangan dana atau donasi untuk membantu para pakerja seni serta keluarga pekerja seni yang terdampak pandemi covid-19.

    "Semoga para pekerja seni ikut diperhatikan juga. Mungkin orang berpikir bahwa para pekerja seni banyak yang bekerja bersama artis maka tidak akan merasakan kesusahan. Itu salah, karena kita semua sangat merasakan dampak pandemi," ujar CEO Showbizdeal Rizka Silvia kepada Medcom.id.

    Berdasarkan data yang diperoleh, ada sekitar 300 orang pekerja seni yang terdampak pandemi. Pembagian sasaran donasi pun akan dibagikan berdasarkan golongan, yakni untuk santunan kematian, santunan kesehatan, dan santunan sosial.

    "Banyak banget yang terdampak, kita mungkin enggak akan meng-cover seluruh pekerja seni di Indonesia. Setidaknya sebagian pekerja seni ini akan merasakan uluran tangan dari masyarakat," jelasnya.

    Mereka juga berharap pemerintah memerhatikan nasib ekonomi para pekerja seni. Salah satunya, dengan memberikan izin diadakannya konser musik. Syarat-syarat terkait pandemi pun akan dipenuhi, seperti disiplin penerapan protokol kesehatan, kewajiban vaksinasi untuk semua orang yang terlibat, fasilitas pengecekan kesehatan, dan sebagainya. 

    "Harapan kami, semoga pemerintah segera mengatasi kasus covid-19 dengan benar agar kita cepat selesai merasakan efek seperti ini. Dan dibolehkan konser lagi kalau bisa, supaya para pekerja seni dan hiburan bisa berkarya lagi," pungkas Rizka.

    Detail informasi mengenai penggalangan dana #BertahandiTengahPandemi ini bisa dilihat di akun Instagram @showbizdeal. Sedangkan untuk donasi, dapat klik di sini.
     

    (PEN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id