Wajah Kesenian Aceh di Layar Kaca Indonesia

    Cecylia Rura - 22 Februari 2020 15:25 WIB
    Wajah Kesenian Aceh di Layar Kaca Indonesia
    Cuplikan film The Man from the Sea. (Foto: YouTube Nikkatsu)
    Jakarta: Aceh tak meninggalkan rasa nasionalisme mereka meski berada di pintu ujung Barat Indonesia. Mereka juga berkesenian dan merantau. Identitas mereka menguat di ranah hiburan seperti di kalangan selebritas, perfilman, dan musik.

    Serambi Makkah Tanah Air itu melahirkan sejumlah insan berkesenian yang berkiprah di ibukota. Wajah khas mereka ikut meramaikan layar televisi dan bioskop Indonesia, sebut saja Cut Beby Tsabina, Cut Meyriska, Cut Syifa, Cut Tary, Tengku Firmansyah, Teuku Rifnu Wikana, Teuku Ryan, Teuku Wisnu, Teuku Zacky, dan Zaskia Adya Mecca.

    Selain ketenaran lagu Bungong Jeumpa (Bunga Cempaka) sebagai lambang semangat perantauan berdengung, ada penyanyi Teuku Adifitrian alias Tompi yang sejak lama mewakili suara Aceh di dunia permusikan. Tompi berkiprah di industri hiburan sebagai penyanyi menelurkan album sejak 2003.

    Seniman kelahiran Lhoksumawe itu pun perlahan merambah dunia sinema melalui debut film panjang Pretty Boys. Karya ini lahir atas keresahan Tompi terhadap dunia pertelevisian Indonesia.

    "Idenya ada omongan yang kita lihat kondisi pertelevisian banyak program-program yang kayaknya tidak mendidik," ungkap Tompi di Jakarta Selatan.

    Tak hanya putra-putri Aceh, Serambi Makkah juga menarik perhatian sebagai lokasi syuting. Usai peristiwa dahsyat gempa bumi dan Tsunami pada 26 Desember 2004, muncul sineas yang tergerak untuk membuat kisahnya dan melakukan syuting di Aceh.

    Sutradara asal Belanda, Wilma Lightart mengerjakan film pendek dokumenter Syawal was Very Scared. Film ini berangkat dari peristiwa Tsunami, berkisah tentang bocah berusia 12 tahun asal Gampong Jawa, Banda Aceh yang menyelamatkan diri Tsunami dan harus berpisah dengan keluarganya.

    Syawal was Very Scared pernah diputar di Banda Aceh pada 2010. Kisah ini turut diputar di televisi Belanda dan mengikuti sejumlah festival film antara lain Copenhagen, Hong Kong, New York, Seoul, dan Taipei.

    Sineas asal Jepang, Koji Fukada merilis film The Man from the Sea (Film Laut) terinspirasi dari Tsunami. Kisahnya tentang seorang pria yang ditemukan di pesisir pantai oleh Atsuko dan putranya, Takashi. Mereka bekerja saat Aceh dalam pemulihan setelah bencana. Pria tersebut tak fasih berbahasa Jepang dan Indonesia, sehingga dia dinamakan Laut.

    The Man from the Sea turut dibintangi aktor Indonesia Adipati Dolken dan Sekar Sari. Film ini ditayangkan dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) ke-14 tahun 2018.

    Tak sekadar dari mancanegara, sineas berbakat juga lahir dari Tanah Aceh. Ada film pendek dokumenter, Minor karya dua sutradara muda asal Aceh, Takziyatun Nufus dan Vena Besta Kaludina. Film ini berkisah tentang anak muda penganut iman Kristen yang hidup di Aceh dengan mayoritas penduduk beragama Muslim.

    Proyek film Minor adalah bagian dari Aceh Documentary Competition 2019. Film Minor pun masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia 2019.

    Selain itu, para sineas Aceh juga bekerja sporadis di negeri mereka menekuni dunia film. Bukan tidak mungkin, Serambi Makkah pun terus melahirkan seniman-seniman berbakat bersama karya yang akan mendunia.

    Seperti figur perempuan tangguh dalam kisah Tjoet Nja' Dhien yang diperankan Christine Hakim, film garapan Eros Djarot yang menuai banyak penghargaan dalam Festival Film Indonesia 1988 antara lain Cerita Asli Terbaik (Eros Djarot), Skenario Asli Terbaik (Eros Djarot), Sutradara Terbaik (Eros Djarot), Tata Artistik Terbaik (Benny Benhardi), Tata Musik Terbaik (Idris Sardi), Tata Sinematografi Terbaik (George Kamarullah), dan Pemeran Wanita Terbaik (Christine Hakim).

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id