Ulasan Film Ford v Ferrari

    Dhaifurrakhman Abas - 07 November 2019 13:55 WIB
    Ulasan Film Ford v Ferrari
    Ilustrasi (Foto: via thedrive)
    Jakarta: Carroll Shelby (Matt Damon), memasuki putaran akhir dalam ajang seri balap mobil Le Mans 24 Jam tahun 1959. Posisinya berada di puncak. Meninggalkan para pembalap lainnya jauh di belakang.

    Detik-detik menjelang finish, pandangan Shelby mengabur. Irama detak jantungnya meningkat pesat dan konsentrasinya terganggu. Meski demikian Shelby tetap mengakhiri balapan sampai tuntas. Dia juara.

    Sayangnya, ia harus menerima kenyataan pahit setelah ajang balapan usai. Ia tidak bisa melanjutkan kariernya sebagai pembalap karena katup jantungnya bermasalah.  Le Mans 24 Jam 1959 menajadi karirnya terakhirnya sebagai pembalap.

    Namun, ia tak jera. Shelby tetap melanjutkan kariernya dalam dunia balap sebagai perancang mobil bersama timnya yang unik. Termasuk Ken Miles (Christian Bale), salah satu pembalap paling berbakat yang dikenal Shelby.

    Di saat bersamaan, perusahan mobil Amerika, Ford Motor Company, hampir bangkrut. Sontak saja, Henry Ford II (Tracy Letts) yang memimpin perusahaan itu mencak-mencak. Dia mengancam akan memecat seluruh karyawan Ford jika perusahaan tersebut tak untung.

    Beruntung, Lee Iacocca (Jon Bernthal) yang bekerja di bagian pameasaran Ford punya ide brilian. Dia meminta Henry Ford II membuat seri mobil sport untuk perusahaan tersebut. Dia juga mengusulkan agar Ford mengusung tim mobil balap di setiap ajang balapan mobil.

    Hal ini karena anak muda era 60-an sangat menggemari mobil sports laiknya Ferrari. Dengan begitu, Ford tak lagi dipandang sekadar perusahaan mobil masal, namun juga produsen mobil-mobil kencang.

    Dengan berbagai perjuangan, ide tersebut disetujui. Ford Motor Company lantas merayu Carroll Shelby dan Ken Miles, agar mau bekerjasama menciptakan sebuah mobil revolusioner yang dapat mengalahkan Ferrari. Ford ingin mengeser posisi Ferrari yang telah memenangkan kejuaraan balap Le Mans 24 Jam selama lima tahun berturut-turut.

    Ford v Ferrari diangkat dari kisah nyata perjuangan Ford melawan Ferrari di ajang seri balapan Le Mans 24 jam. Sepanjang film menghadirkan keseruan laga di arena balap yang memacu adrenalin.

    Tentu saja hal ini didukung dengan pengambilan gambar dari Phedon Papamichael serta audio film yang memukau. Tangan dingin Phedon berhasil membuat penonton terlibat di film dan merasa berada di lintasan untul menyaksikan pertandingangan Le Mans 24 jam.

    Film ini juga mampu memanjakan mata para penggemar otomotif. Sebabnya sepanjang film, penonton dibawa untuk menyaksikan deretan mobil-mobil antik yang tak lekang usia seperti Ford GT40, Ferrari 330 P4 dan lainnya.

    Kisah ini juga dilengkapi dengan sentuhan drama yang penuh emosi serta humor yang terinspirasi dari kisah persahabatan Shelby and Miles. Dengan diperankan Matt Damon dan Christian Bale, film ini sukses menjadi kisah, drama, konflik dan hubungan keluarga yang menarik disimak.

    Meski begitu, film ini terlalu mendorong sisi laki-laki dan minim menampilkan keterlibatan perempuan di dalamnya. Film ini juga tertangkap menampilkan humor seksis ketika Matt Demon dan Christian Bale berkelakar meledek penyanyi Doris Day.

    Namun Ford v Ferrari sendiri dipercaya untuk masuk dalam ajang Oscar dan berpotensi untuk memenargkan beberapa kategori penghargaan. Film ini akan tayang di bioskop Tanah Air mulai November 2019 mendatang.

    Film: Ford v Ferrari
    Sutradara: James Mangold
    Pemeran: Christian Bale, Matt Damon, Caitriona Balfe, John Bernthal, Noah Jupe dan lainnya.

     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id