Kisah Pemenang Beasiswa Bidikmisi Difilmkan

    Dhaifurrakhman Abas - 14 Oktober 2019 10:44 WIB
    Kisah Pemenang Beasiswa Bidikmisi Difilmkan
    Bidikmisi Awards 2019 (Foto: Medcom/Abas)
    Jakarta: Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bersama Metro TV dan Eagle institute Indonesia memutar 10 film finalis Bidikimisi Awards di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Minggu 13 Oktober 2019. Film tersebut mengangkat antologi kisah penerima program Bidikmisi dalam menggapai pendidikannya.

    "Ide ceritanya terkait bagaimana kita bisa memberikan inspirasi daripada anak Indonesia yang mendapatkan pendidikan dari program Bidikmisi. Bagaimana Anak Indonesia yang masuk perguruan tinggi tidak hanya orang kaya. Namun juga anak yang berasal dari keluarga kurang mampu namuan ada kemauan," kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, di Plaza Senayan, Jakarta, Minggu 13 Oktober 2019.

    Nasir mengatakan, pemutaran film ini juga bukti bahwa pemerintah telah menjalankan program bantuan pendidikan untuk masyarakat. Program Bidikmisi dikelola Ditektorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti sejak 2010.

    "Dalam hal ini pemerintah melalui Ditjen Belmawa telah menjalankan Bidikmisi untuk mendongkrak pendidikan Indonesia. Pada tahun 2020 kami targetkan 400.000 penerima baru atau total 800.000 pada tahun 2020 untuk keseluruhannya baru dan yang sudah berjalan," paparnya.

    Bidikmisi atau beasiswa untuk mahasiswa tidak mampu namun memiliki prestasi akan berganti nama menjadi KIP (Kartu Indonesia Pintar( Kuliah mulai 2020. Program tersebut merupakan janji politik Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

    Menristekdikti menambahkan target jumlah penerima KIP Kuliah hingga lima tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo ke depan sebanyak dua juta beasiswa. Pihaknya menargetkan penerima paling banyak berasal dari daerah terluar, terdepan dan tertinggal, Papua dan Papua Barat.

    "Kalau dua juta anak ini bisa menginspirasi maka, target tujuan pembangunan berkelanjutan akan tercapai."

    Lebih lanjut, Nasir mengatakan, 10 kisah yang dikemas ke dalam film dokumenter ini diharapkan bisa menginspirasi masyarakat kurang mampu bersemangat menggapai pendidikan setinggi langit. Sebab negara hadir mewujudkan impian tersebut melalui program Bidikmisi.

    "Terimakasih kerjasama dengan Metro TV dengan Eagle Institute bagaimana mengemasnya untuk dikonsumsi publik melalui film dokumenter," tandasnya.

    Adapun 10 film tersebut berjudul Mimpi Di Atas Kursi Roda (Morsed), Jasiner (Abdul Malik), Kibar Layar Sang Anak Laut (M. Andi Fikri), Keupula Change (Nova Misdayanti), Anak Rantau Bergahi Dollar (M. Ridwuan) dan Langkah Rubah Di Selatan (Ani Ema Susanti) Selain itu Obor Penyelamat Moro-Moro (Andry Kurniawan), Sarjana Pelunas Janji Kemerdekaan (Wisnu Dwi), Asa Di Tambang Pasir (Firnanda Alib) serta Mengarungi Mimpi Dari Saponda (Tomy Almijun Kibu).

    Film-film tersebut dikemas menjadi sebuah antologi film domumenter dalam 70 menit. Selain diputar, film ini akan diseleksi untuk menemukan tiga pemenang utamanya.

    Pemenang dilihat dari sinematografi, sudut pandang serta bagaimana film menunjukkan program bidikmisi. Adapun dewan juri terdiri dari Rina Indiastuti (Plt. Sesditjen Belmawa), Riri Riza (Sutradara) dan Christine Hakim (Aktris dan Produser Film).

     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id