Ini Pemicu Boikot Film Mulan

    Cecylia Rura - 09 September 2020 12:42 WIB
    Ini Pemicu Boikot Film Mulan
    Liu Yifei, pemeran Mulan (Foto: AFP/Frederic J Brown)
    Jakarta: Aksi boikot film Mulan live-action kembali menggema di Twitter setelah film produksi Disney itu dirilis akhir pekan lalu. Pemicunya, lokasi syuting film Mulan live-action dilakukan di Xinjiang, tempat warga Muslim Uighur bermukim.

    Novelis Tiongkok Jeannette Ng yang kini bermukim di Inggris mengunggah tangkapan layar kredit film Mulan di Twitter. Pada baris ucapan terima kasih ikut menyematkan nama Departemen Publisitas Komite Region Otonomi Uighur Xinjiang Parta Komunis Tiongkok (CPC).

    Hal ini memicu Jeannette Ng dengan lebih dari 18 ribu pengikut di Twitter menggunakan tagar #BoycottMulan pada cuitannya. Sebab, isu hak asasi manusia di Uighur sejak tahun lalu banyak diperbincangkan dunia.

    "Anda tahu, tempat terjadinya genosida budaya. Mereka melakukan syuting secara ekstensif dengan subtitle Northwest China (Tiongkok Barat Laut). #BoycottMulan," tulis Jeannette Ng di Twitter, Senin 7 September 2020.

    Sejumlah lembaga pemerintahan juga disematkan dalam ucapan terima kasih kredit film Mulan live-action. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada Biro Kemanan Publik Kota Turban.

    Tagar #BoycottMulan juga datang dari aktivis Joshua Wong. Pada 4 September 2020, hari perdana Mulan live-action tayang di Disney Plus, Joshua Wong mengkritik film Mulan live-action karena Crystal Liu atau Liu Yifei, pemeran Mulan, secara terbuka mendukung polisi Hong Kong yang disebut melakukan kekerasan meredam kerusuhan.

    "Film ini dirilis hari ini. Namun karena Disney memiliki hubungan dekat dengan Beijing, dan karena Liu Yifei secara terbuka dan bangga mendukung aksi brutal polisi di Hong Kong, saya mendorong Anda semua yang memercayai hak asasi manusia untuk memboikot Mulan," tulis Joshua Wong yang kini memiliki lebih dari 670 ribu pengikut di akun Twitter bercentang biru.

    Dilansir CNN International, pada Agustus 2019, Liu Yifei terang-terangan menyatakan dukungan terhadap polisi Hong Kong melalui Weibo, platform sejenis Twitter di Tiongkok. Saat itu, demonstran anti pemerintah mengatakan polisi Tiongkok melakukan kekerasan berlebihan saat meredam kerusuhan di Tiongkok pada Juni tahun lalu.

    "Saya mendukung polisi Hong Kong. Kalian semua bisa menyerang saya sekarang. Sungguh memalukan Hong Kong," tulis Liu Yi Fei di Weibo.

    Dalam wawancara bersama The Hollywood Reporter pada Februari 2020, Liu Yifei menanggapi pernyataannya yang mendukung polisi Hong Kong di situasi panas tahun lalu. Liu Yifei disebut mengungkapkannya dengan hat-hati.

    "Saya rasa jelas itu situasi yang sangat rumit dan saya bukan seorang ahli. Saya hanya bisa berharap masalah ini segera selesai," ungkapnya.

    Liu Yifei disebut enggan memberi keterangan panjang terkait pernyataannya di Weibo yang mendukung polisi Hong Kong. "Saya rasa itu situasi yang sangat sensitif," kata Liu Yifei saat itu.




    (ASA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id