5 Rekomendasi Film Animasi Besutan Studio Ghibli untuk Temani Kerja dari Rumah

    Dhaifurrakhman Abas - 07 April 2020 13:26 WIB
    5 Rekomendasi Film Animasi Besutan Studio Ghibli untuk Temani Kerja dari Rumah
    The Wind Rises (Foto: Dok. Studio Ghibli)
    Jakarta: Pandemi virus korona membuat sebagian masyarakat Indonesia harus melakukan berbagai kegiatan dari rumah. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memutus rantai penularan virus.
     
    Namun bagi sebagian orang, bekerja dan belajar dari rumah bisa saja sangat membosankan. Apalagi hingga saat ini, aturan berkegiatan dari rumah sudah memasuki pekan ketiganya.

    Sebagai pelepas penat, ada baiknya sejenak meluangkan waktu untuk menyaksikan lima film besutan Studio Ghibli bergenre animasi yang dapat ditonton sembari berkegiatan dari rumah atau indekos:

    1. The Wind Rises (2013)

    The Wind Rises diangkat dari kisah nyata. Film ini menceritakan kisah Jiro Horikoshi yang bercita-cita menjadi pilot sedari kecil. Namun dia mesti mengubur angannya karena memiliki penyakit mata rabun jauh.

    Suatu ketika, Jiro kecil bermimpi bertemu dengan insinyur aeronautika asal Italia, Giovanni Battista Caproni. Dalam mimpi itu mereka berbincang-bincang mengenai desain pesawat hingga mimpi Caproni membuat kapal terbang raksasa yang mampu memuat penumpang dengan kapasitas yang besar. Sepelas bangun dari mimpinya, Jiro pun memantapkan hati untuk mengikuti langkah idolanya itu sebagai  insinyur aeronautika.

    Langkah demi langkah dilalui Jiro dalam merancang pesawat yang ia dambakan. Konfliknya pun kian terjadi ketika Jepang memasuki krisis ekonomi yang goyah di masa perang dunia. Namun pada akhirnya, Jiro berhasil pembuat pesawat perang Jepang Mitsubishi A5M dan Mitsubishi A6M Zero yang berhasil mencetak sejarah perancangan pesawat paling cemerlang pada masanya.

    Tak hanya menyoal pesawat, The Wind Rises, juga menceritakan perjalanan asmara Jiro dengan kekasihnya Nahoko. Mereka memperjuangkan cintanya di tengah kondisi istrinya yang terkena penyakit tubercolosis yang mengancam nyawanya. Semasa itu, penyakit yang menyerang sistem pernapasan itu belum ada obatnya.

    The Wind Rises dirilis pada 2013. Film ini menjadi karya terakhir yang dibuat oleh salah satu pendiri Studio Ghibli, Hayao Mizaki, yang memutuskan pensiun dari dunia animasi Jepang pada September 2013.



    2. Kiki's Delivery Service (1989)

    Kiki's Delivery Service menceritakan kisah sihir Kiki, remaja 13 tahun pindah ke kota pinggir laut bersama Jiji kucingnya yang bisa bicara. Kepindahan kiki berdasarkan tradisi keluarga penyihir yang diharuskan merantau ke negeri orang selama setahun penuh.

    Selama masa perantauannya, Kiki mendapatkan berbagai rintangan. Mulai dari kesulitan mencari kemampuan spesialnya, hingga tersangkut berbagai masalah dari aturan dan budaya yang berbeda di negeri perantauannya.

    Namun, Kiki perlahn-lahan menyadari kemampuannya yang hanya bisa mengemudikan sapu terbang bisa dimanfaatkan buat menyambung hidup di perantauan. Dengan bantuan pemilik toko roti yang baik, Kiki akhirnya membuat jasa kurir menggunakan sapu terbang kesayangannya. Dia pun perlahan-lahan bisa hidup mandiri.
     
    Kiki's Delivery Service yang berjudul asli Majo no Takkyubin, menjadi film terlaris di bioskop Jepang saat dirilis pada 1989. Film ini juga mendapat sambutan positif dari para kritikus dan pengulas film. Sejumlah festival memberinya penghargaan, antara lain Anime Grand Prix, Kinema Junpo Awards, dan Japan Academy Prize.



    3. The Tale of Princess Kaguya (2013)

    The Tale of Princess Kaguya merupakan film garapan Studio Ghibli berikutnya yang patut disimak semasa pandemi korona. Film ini mengisahkan kehidupan seorang pemotong Bambu tua, Sanuki no Miyatsuko, yang tak sengaja menemukan putri kecil dalam bongkahan kayu yang dipotongnya di hutan. Dia kemudian membawa putri kecil itu ke gubuk tua miliknya.

    Hal magis terjadi ketika Sanuki menunjukkan sosok putri kecil itu kepada istrinya di gubuk milik mereka. Sang putri tersebut mendadak berubah menjadi sosok bayi mungkil. Pasangan suami-istri ini kemudian memutuskan untuk merawat dan membesarkan sang putri hingga dia bertumbuh remaja.

    Di desa tersebut, sang putri dijuluiki Takenoko yang berarti tunas bambu oleh teman-temannya. Takenoko yang riang dan ceria menjadi teman bermain yang asyik bagi anak-anak desa, baik lelaki maupun perempuan.

    Nahas, Takenoko mesti terpisah dari teman-temannya ketika beranjak remaja. Pasalnya, ayah angkatnya, Sanuki, memutuskan pindah ke kota bersama keluarganya agar Takenoko menjadi ratu kekhaisaran Jepang. Kecantikan Takenoko serta pribadinya yang anggun membuat banyak pangeran hingga kaisar Jepang jatuh hati dan ingin menikahinya.

    Sanuki yang mulai tamak berharap putrinya itu mau menerima pinangan pria-pria Jepang tersebut. Sebaliknya, Takenoko justru sedih dan memohon agar dirinya bisa dikembalikan ke bulan yang merupakan tempat asalnya. Meskipun pada akhirnya Takenoko sedih harus berpisah dengan kedua orang tua angkatnya.

    The Tale of Princess Kaguya ditayangkan dengan teknik animasi cat air yang mampu memanjakan panca indra. Film ini dibuat oleh Isao Takahata yang terinspirasi dari cerita rakyat The Tale of the Bamboo Cutter.



    4. Princess Mononoke (1997)

    Princess Mononoke bermula dari kisah penduduk desa Emishi yang mulanya hidup tentram. Namun suatu ketika desa itu diserang oleh iblis babi yang memporakprandakan pegunungan di daerah tersebut hingga tandus dari tanaman hijau.

    Agar tak sampai menyerang penduduk desa, seorang pangeran bernama Aishitaka pun bertindak mengadang gebrakan sang iblis babi. Perkelahian sengit terjadi hingga iblis babi tersebut sukses ditundukkan. Sayangnya, tangan kanan pangeran Aishitaka terkena kutukan ketika menyentuh tubuh sang iblis babi.

    Tetua desa meminta pangeran Aistaka berkelana ke Western Land untuk mengobati kutukannya. Dia pun menuruti permintaan tersebut dan segera berangkat ke tempat tujuannya. Dalam perjalanannya ini, pangeran Aishitaka menjadi saksi dari konflik terus menerus yang terjadi di antara penduduk iron town dengan dewa dalam rupa serigala dan Putri Mononoke.

    Film animasi ini berhasil menjadi blockbuster di Jepang dan salah satu karya terbaik Studio Ghibli. Sebabnya film ini mengandung kompleksitas cerita yang berbobot yang dipadukan dengan pesan moral mengenai konflik antara alam, manusia dan ketuhanan.




    5. My Neighbor Totoro (1988)

    My Neighbor Totoro merupakan salah satu film animasi Studio Ghibli yang paling terkenal. Film ini mengisahkan kehidupan kakak beradik, Satsuki dan Mei yang pindah ke desa kecil bersama ayahnya. Mereka pindah agar bisa lebih mudah menjenguk ibunya yang terbaring di rumah sakit.

    Hidup di desa membuat warna tersendiri buat keseharian Satsuki dan Mei. Apalagi di rumah barunya itu, kedua kaka-adik ini menemukan hal-hal aneh bin ajaib. Mereka menemukan sekumpulan bayangan hitam yang dipercayai sebagai roh penjaga rumah, hingga arwah hutan, Totoro.

    Yang menarik, Satsuki dan Mei perlahan mampu berhubungan baik bersama para arwah. Hal ini membuat kehidupan mereka menarik untuk disimak. Film ini juga menanamkan pesan moral kepada penontonnya agar saling menyayangi saudara dan keluarga. My Neighbor Totoro, mampu membawa penontonnya merasakan sejenak kebahagiaan masa kecil yang didapatkan dari pikiran imajinatif. 





    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id