Soleh Solihun Memaklumi Lagi Lagi Ateng Diperbandingkan dengan Warkop DKI Reborn

Elang Riki Yanuar - 10 Januari 2019 17:02 wib
Soleh Solihun (Medcom.id-Elang)
Soleh Solihun (Medcom.id-Elang)

Jakarta: Soleh Solihun tak mempermasalahkan jika film terbarunya, Lagi Lagi Ateng dibanding-bandingkan dengan film Warkop DKI Reborn. Namun, Soleh menyebut banyak perbedaan mendasar antara film Lagi Lagi Ateng dengan Warkop DKI Reborn.

Lagi Lagi Ateng dengan Warkop DKI Reborn merupakan film yang mengambil inspirasi dari komedian legendaris Indonesia. Jika Warkop DKI Reborn mengambil cerita dari film-film Warkop DKI terdahulu, Soleh Solihun menyebut Lagi Lagi Ateng membuat cerita baru.

"Memang Warkop DKI Reborn yang pertama kali melakukannya. Jadi tidak apa-apa kalau orang membanding-bandingkan. Tapi kalau Warkop Reborn itu ceritanya remake. Film sebelumnya didaur ulang jadi versi masa kini. Kalau Lagi Lagi Ateng hanya mengambil sosok Ateng dan Iskaknya. Ceritanya baru," kata Soleh Solihun saat berbincang dengan Medcom.id.

Menurut Soleh, Lagi Lagi Ateng juga mengemban misi memperkenalkan sosok Ateng dan Iskak, dua komedian yang pernah menghiasi dunia hiburan Tanah Air di masa lampau kepada generasi sekarang. Apalagi, sosok Ateng dan Iskak di mata Soleh lebih dari seorang komedian yang lucu.

"Pelawak di Indonesia itu banyak. Mungkin banyak yang sama lucunya dengan Ateng-Iskak. Tapi hanya pasangan komedi ini yang mengajarkan kita untuk menerima perbedaan. Seperti Yin dan Yang. Dari sisi fisik, Ateng-Iskak itu bertolakbelakang. Ateng (bertubuh) pendek, Iskak tinggi. (Warna kulit) Ateng putih, Iskak hitam. Ateng itu Katolik, sedangkan Iskak Muslim. Tapi mereka sangat akrab di depan layar dan luar layar," papar Soleh.

"Makanya lewat film ini orang jadi tahu kalau dulu ada pelawak seperti Ateng dan Iskak. Ini kan tribute dan sebuah penghormatan sekaligus mengenalkan ke anak-anak muda sosok Ateng dan Iskak," lanjut Soleh.

Dalam film Lagi Lagi Ateng, Soleh Solihun memerankan karakter Iskak. Sedangkan peran Ateng dimainkan oleh Augie Fantinus. Soleh dan Augie dilatih secara khusus oleh Ribut Mardiyanto, personel Srimulat yang mengenal Ateng dan Iskak semasa hidup.

"Selain diminta menonton film-filmnya, kami dikasih poin-poin Ateng itu seperti ini, Iskak itu seperti ini. Supaya kami bisa mudah mengejarnya. Supaya natural, jadi tidak mikir lagi dan refleks," ujarnya.

Film Lagi Lagi Ateng tayang di bioskop pada 10 Januari 2019.

 


(ELG)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.