Gara-Gara Narkoba, Dwi Sasono Gagal Lawan Gatotkaca

    Dhaifurrakhman Abas - 10 Juni 2020 21:00 WIB
    Gara-Gara Narkoba, Dwi Sasono Gagal Lawan Gatotkaca
    Dwi Sasono (Foto: MVPictures)
    Jakarta: Sutradara Hanung Bramantyo sempat merekrut aktor Dwi Sasono bermain di film garapannya berjudul Satria Dewa Gatotkaca. Rencananya, Dwi bakal memerankan karakter Aswatama

    "Dwi Sasono seharusnya pengganti Ashraf Sinclair (memerankan Aswatama)," kata Hanung dalam diskusi Cabin Fever di Instagram @milesfilms, tempo hari.

    Namun, hal itu urung dilakukan lantaran Dwi Sasono terlibat kasus penyalahgunaan narkoba beberapa waktu lalu. Hanung kemudian mempercayakan aktor Edward Akbar untuk memerankan musuh Gatotkaca tersebut.

    "Diganti Edward Akbar, suaminya Kimberly Rider,” papar Hanung.

    Lebih lanjut, Hanung memastikan film Satria Dewa Gatotkaca tetap akan digarap. Proses syuting akan dilakukan pada Agustus 2020.

    "Planning kami, Agustus ini sudah bisa syuting kembali," ungkap dia.

    Hanung menambahkan, pihaknya bahkan sudah mulai melakukan proses reading sebelum syuting dilakukan. Hal itu dilakukan dengan protokol keamanan kesehatan semasa pandemi virus korona.

    "Mudah-mudahan semuanya sudah lebih kondusif," tandas dia.

    Aktor Dwi Sasono dicokok polisi akibat penyalahgunaan narkoba pada Selasa 26 Mei 2020. Hal ini bermula dari laporan warga terkait adanya transaksi mencurigakan di kawasan Jakarta Selatan.

    "Dari laporan masyarakat yang dilanjutkan penyelidikan bahwa ada seseorang yang sekarang jadi DPO, inisial C yang sering mengedarkan narkoba jenis ganja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Senin 1 Juni 2020.

    Yusri memaparkan, pihaknya kemudian bergerak cepat dan segera mencokok aktor 40 tahun tersebut di rumahnya di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Dalam penangkapan itu polisi mengamankan barang bukti ganja seberat nyaris 16 gram.

    "Saat melakukan penggeledahan, yang bersangkutan koperatif. Dia bisa menunjukkan barang bukti ditemukan ganja seberat hampir 16 gram, yang disembunyikan di dalam lemari dalam suatu tempat," terang Yusri.

    Dwi Sasono kemudian mengajukan permohonan asesmen terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Selatan pun menyetujui asesmen yang diajukan Dwi Sasono untuk rehabilitasi.

    (ELG)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id