Ini yang Membuat Juri Festival Film Toronto Tersentuh, Hingga Film Yuni Juara

    Agustinus Shindu Alpito - 19 September 2021 13:23 WIB
    Ini yang Membuat Juri Festival Film Toronto Tersentuh, Hingga Film Yuni Juara
    Kamila Andini dengan penghargaan Platform Prize (Foto; Fourcolours Films)



    Jakarta: Kabar baik datang dari dunia sinema Indonesia, film berjudul Yuni arahan sutradara Kamila Andini berhasil keluar sebagai juara dalam Toronto International Film Festival 2021, untuk kategori Platform Prize.

    Platform Prize merupakan penghargaan yang dipersembahkan untuk film-film yang dinilai memiliki nilai artistik tinggi dan visi penyutradaraan yang kuat.

     



    Yuni menjadi film Indonesia dan juga Asia Tenggara pertama yang memenangkan penghargaan ini sejak Program Platform diperkenalkan pertama kali pada tahun 2015. Kemenangan Yuni diumumkan langsung oleh Riz Ahmed, Ketua Juri Program Platform Toronto International Film Festival 2021, pada Sabtu, 18 September 2021, waktu setempat.

    "Juri tersentuh oleh film yang membawa perspektif baru dan intim untuk sebuah cerita remaja, yang ditandai dengan struktur yang subtil, penggambaran yang indah, dan sinematografi yang halus,” ungkap Riz Ahmed.

    Adapun yang menjadi juri dalam program Platform adalah  Riz Ahmed, Clio Barnard, Kazik Radwanski, Anthony Chen, dan Valerie Complex.

    Sebagai sutradara, Kamila Andini, mampu mengangkat isu perempuan secara lebih peka. Termasuk mendobrak stigma lewat bahasa visual dan memberi sudut pandang yang lebih luas bagi penontonnya. Hal ini yang membuat film Yuni spesial, karena semata tak hanya berpusat pada kisah-kisah yang dianggap laku di pasaran.

    "Film Yuni berkisah tentang Yuni, seorang gadis remaja cerdas dengan impian besar untuk kuliah. Ketika dua pria yang hampir tidak dikenalnya datang melamar, ia menolak lamaran mereka. Penolakan itu memicu gosip tentang mitos bahwa seorang perempuan yang menolak tiga lamaran tidak akan pernah menikah. Tekanan semakin meningkat ketika pria ketiga melamarnya, dan Yuni harus memilih antara mempercayai mitos atau mengejar impiannya," tulis keterangan pers yang dirilis Fourcolours Films, selaku rumah produksi Yuni.

    Dalam proses pengerjaannya, Kamila juga terinspirasi dari karya ikonik Sapardi Djoko Damono, "Hujan di Bulan Juni".

    “Yuni terinspirasi dari salah satu puisi terkenal karya Sapardi Djoko Damono berjudul ‘Hujan di Bulan Juni’. Hujan yang jatuh di musim yang tidak tepat. Saya membangun karakter Yuni sebagai seorang remaja yang dipaksa untuk dewasa tidak pada waktunya. Seorang remaja yang penuh mimpi, dengan media sosial saat ini yang menunjukkan dunia ada di genggamannya, tetapi yang harus dipikirkannya adalah menghadapi lamaran dan menikah. Saya mendengar begitu banyak cerita tentang gadis remaja yang punya potensi dan prestasi tapi harus gagal karena pernikahan, dan saya merasa perlu untuk membicarakan isu ini,” ungkap Kamila, dalam keterangan pers.
    Skenario film YUNI ditulis oleh Kamila Andini dan Prima Rusdi, diproduseri oleh Ifa Isfansyah, dan diproduksi oleh Fourcolours Films bekerja sama dengan Akanga Film Asia (Singapura), Manny Films (Perancis). Film YUNI diperankan oleh Arawinda Kirana, Kevin Ardilova, Dimas Aditya, Marissa Anita, Asmara Abigail, Muhammad Khan, Nazla Thoyib, Neneng Risma, Vania Aurell, Boah Sartika, Anne Yasmine, Toto ST. Radik, Mian Tiara, Ayu Laksmi, dan Sekar Sari. 

    Yuni akan melanjutkan perjalannya ke beberapa festival lain, seperti Busan International Film Festival, Vancouver International Film Festival, dan Chicago International Film Festival.


    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id