Kisah Mereka yang Terjangkit Korona akan Diangkat ke Film Dokumenter

    Cecylia Rura - 26 Maret 2020 18:46 WIB
    Kisah Mereka yang Terjangkit Korona akan Diangkat ke Film Dokumenter
    Poster pendaftaran untuk kontribusi dalam pembuatan film dokumenter Coronavirus & Me. (Foto: iwonder)
    Jakarta: Platform streaming video iwonder menerima sejumlah kisah pengalaman pasien virus Corona atau Covid-19 untuk diabadikan dalam konten dokumenter berjudul Coronavirus & Me. Produksi ini akan menjadi konten orisinal pertama iwonder.

    "Sebagai sumber informasi dan hiburan, ketika sekarang keduanya dibutuhkan dalam waktu yang sama, iwonder beruntung berada di posisi untuk menyampaikan cerita tentang warga Australia setiap hari yang terinfeksi virus Corona dari personal mendalam dan perspektif tak terbatas," ungkap James Bridges, CEO iwonder.

    James Bridges melanjutkan, dengan membuka platform-nya kepada sineas amatir, juga orang-orang yang memiliki ponsel kamera beserta cerita unik untuk dibagikan, Coronavirus & Me akan membantu menangkap momen tak terlupakan sepanjang sejarah Australia. 

    "Disampaikan secara real-time oleh mereka yang melaluinya," kata James Bridges.   

    Konten Coronavirus & Me dibuat dari pengguna yang mengirimkan kisahnya kepada iwonder kemudian disunting bersama untuk dijadikan konten dokumenter pendek. 

    Ide cerita akan diperbarui secara real-time untuk mengungkapkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan krisis serta melacak jalan cerita menuju pemulihan. Seri pertama akan selesai pada akhir April.

    Konten ini digunakan sebagai refleksi kondisi sekarang yang tak dapat diprediksi dan selalu berubah, tanpa kepastian atau akhir episode dalam serial. Konten ini bermaksud terus merilis episode baru selama topik masih relevan.

    Seperti diberitakan Variety, kontributor untuk kisah ini tak menerima upah. Pihak iwonder berjanji membuatkan donasi untuk Palang Merah Australia.

    iwonder didirikan oleh James Bridges. Sebelumnya, dia adalah Chief Content Officer untuk Iflix. James mendirikan iwonder bersama Andreas von Maltzahn, mantan Chief Business Development Iflix bersama pengusaha Mark Bridges. iwonder kini memiliki lebih dari 1.000 koleksi dokumenter.

    Platform iwonder beroperasi di kawasan Australia, Selandia Baru, dan Singapura. September lalu mereka mencoba ekspansi di kawasan Asia Tenggara antara alin Kamboja, Vietnam, Thailand, Laos, Myanmar, Indonesia, Malaysia, dan Filipina dengan mengembangkan konten lokal.





    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id