Semesta Ingin Hapus Stigma Film Dokumenter Membosankan

    Cecylia Rura - 19 Desember 2019 07:00 WIB
    Semesta Ingin Hapus Stigma Film Dokumenter Membosankan
    Film Semesta (Foto: Tanakhir Films)
    Jakarta: Tanakhir Films merilis poster dan trailer resmi film dokumenter Semesta, Rabu, 18 Desember 2019. Semesta bercerita tentang mereka yang merawat Indonesia yang dirangkum dalam durasi 90 menit.

    Tujuh sosok protagonis dalam film berasal dari latar belakang berbeda mulai dari budaya hingga agama. Mereka berasal dari Yogyakarta, Jakarta, Bali, Kalimantan, Flores, dan Papua. Mereka dipilih sebagai perwakilan manusia dan alam Indonesia yang beraneka ragam.

    Semesta menjadi produksi film panjang perdana Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin yang duduk di bangku produser di bawah bendera Tanakhir Films. Rumah produks ini berdiri sejak 2013. Sebelumnya, Tanakhir Films memproduksi film-film pendek.

    Genre dokumenter dipilih untuk film Semesta karena dinilai dapat mengangkat nilai Indonesia.

    "Selain itu, kami ingin menghapus stigma bahwa dokumenter adalah tontonan yang membosankan. Makanya kami membuat Semesta dengan suguhan berbeda agar orang tidak bosan saat menyaksikannya," ujar Mandy Marahimin dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id.

    Tanakhir Films mencoba mendesain dokumenter menarik dengan mengunggulkan proses produksi segi pengambilan gambar, pembuatan musik ilustrasi, hingga tahap penyuntingan. Sejak awal mereka mendesain Semesta untuk tontonan bioskop.

    "Dengan standar seperti itu, maka pengerjaan pasca produksi film ini kami perlakukan sama dengan film-film fiksi. Latar belakang saya dan Nicholas Saputra yang sebelumnya berkecimpung dalam produksi film-film fiksi sangat membantu," imbuh Mandy.

    Nicholas Saputra berharap film ini dapat menjadi jendela untuk membuka wawasan bagi penontonnya. Film Semesta diharapkan dapat memberikan inspirasi mulai dari hal kecil.

    "Sebab, apapun latar belakang agama, budaya, profesi, dan tempat tinggalmu, kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk alam Indonesia dan dunia yang sekarang tengah mengalami krisis," kata Nicholas Saputra.

    Film Semesta disutradarai Chairun Nissa. Sinematografi film dipercayakan pada Aditya Ahmad yang menampilkan panorama daratan, laut, dan ke dalam air laut. Aditya Ahmad sebelumnya menyutradarai film Kado yang menjadi Film Pendek Terbaik di Venice Film Festival.

    Indra Perkasa duduk di bagian penataan musik berkolaborasi dengan Satrio Budiono, Indrasetno Vyatranta, dan Hasanudin Bugo di penataan suara memberikan nyawa dalam setiap adegan film. Penyuntingan menggunakan sentuhan tangan Ahsan Andrian yang pernah menyunting Filosofi Kopi dan mendapat Piala Citra.

    Semesta bercerita tentang tujuh orang dari provinsi berbeda di Indonesia. Rangkaian kisah tujuh sosok inspiratif ini ikut menampakkan kekayaan alam Indonesia mulai dari ujung Barat di Desa Pameu Aceh hingga Kampung Kapatcol Papua di Timur.

    Semesta telah melakukan World Premiere di Suncine International Environmental Film Festival di Barcelona, Spanyol yang digelar 6-14 November 2019. Festival ini khusus menayangkan film dokumenter bertemakan lingkungan. Film Semesta juga pernah menjadi nomine Festival Film Indonesia 2018 kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.

    Film Semesta akan dirilis di bioskop Indonesia mulai 30 Januari 2020.



     

    (ELG)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id