Isi Surat Pramoedya saat Menjadi Tapol Dibacakan di Peluncuran Poster Film Bumi Manusia

    Kumara Anggita - 19 Juni 2019 20:09 WIB
    Isi Surat Pramoedya saat Menjadi Tapol Dibacakan di Peluncuran Poster Film Bumi Manusia
    Jumpa pers perilisan poster film Bumi Manusia (Foto: Medcom/Kumara)
    Jakarta: Poster film Bumi Manusia resmi dirilis oleh Falcon Pictures hari ini. Dalam poster tersebut, menampilkan sejumlah pemain utama seperti Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva De Jongh dan Sha Ine Febriyanti. Terlihat juga tulisan tangan asli Pramoedya.

    Hanung Bramantyo selaku sutradara mengatakan bahwa tulisan itu dibuat Pram lalu dikubur di dalam tanah tahanan agar tidak diketahui. Buku Bumi Manusia ditulis dalam selembar kertas semen saat dirinya diasingkan di Pulau Buru bersama ribuan tahanan politik.

    Hidup Pramoedya begitu berat ketika menjadi tahanan politik. Ditambah dia sangat sulit berkomunikasi dengan keluarganya. Cucu Pramoedya, Angga Okta Rachman mengatakan bahwa saat itu komunikasi dilakukan Pram melalui surat. Namun, surat itu sampai dalam waktu yang sangat lama sekitar setahunan.

    "Satu tahun berapa bulan keluarga kirim baru diterima. Begitu juga sebaliknya," kata Angga di Epicentrum, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

    Isi Surat Pramoedya saat Menjadi Tapol Dibacakan di Peluncuran Poster Film Bumi Manusia
    Poster film Bumi Manusia (Foto: dok. FalconPictures)

    Surat itu pun dikirimkan melalui kerabat keluarga yang setia membantu.

    "Saat ditahan di Pulau Buru sebenarnya sekeluarga jarang dapat kiriman surat dari kantor pos tapi diterima dari Romo. Ada tiga orang Romo yang sering bantu keluarga untuk mengirim surat,” katanya.

    Angga pun membacakan salah satu surat yang menggambarkan kesulitan Pramoedya saat menjadi tahanan. Berikut isi surat tersebut yang di tulis 30 April 1974 yang ditujukan kepada istrinya.

    Ma suratmu tanggal 20 Januari 1974 dan 1 Februari 1974 sudah kuterima dua hari yang lalu. Kiriman lima buah buku sudah kuterima. Hari ini aku terima kirimanmu berupa satu celana, satu selimut,  satu handuk, dua stel pakaian dalam, dua handuk kecil, benang, jarum, vitamin dan obat-obatan. Terima Kasih banyak.

    Kalau kau memang bermaksud mengirimi ini. Cukuplah vitamin-vitamin saja. Pakaian aku tidak perlu. Tembakau di tempatku menanam sendiri. Jadi tidak kuperlukan.

    Aku sudah mulai menulis  tetapi  ternyata terlalu sulit karena  tak ada perpustakaan. Lagi pula tempat dan keadaan kurang bahkan tidak memenuhi syarat untuk menulis.

    Aku merasa tentram membaca suratmu, anak-anak tidak diasramakan.  beberapa foto anak-anak sudah kuterima. Lain kali  kalau mengirimkan gambar, kirimkan gambar yang bagus. Jangan asal mengambil gambar sehingga tidak dapat dilihat jelas.

    Sepatu dan baju wool dari om harum aku tak pernah terima. Keadaanku sehat walaupun agak kurus tapi agak lebih gemuk daripada setengah tahun yang lalu. Aku percaya kalau kalian semua sehat.  

    Salam kepada sanak famili, juga pada keluarga Toer. Sembah sungkemku pada Ibu. Terima Kasih pada Nonong, Zuz, Harum, Nuh, dan semua keluarga Husni. Salam pada semua yang masih mengingat aku dan memerhatikan kesehatanku. Cium pada anak-anak dan kau sendiri.




     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id