Ulasan Film Love for Sale 2

    Cecylia Rura - 18 Oktober 2019 10:33 WIB
    Ulasan Film Love for Sale 2
    Love for Sale 2. (Foto: Dok. YouTube Visinema Pictures)
    Jakarta: Arini kembali. Belum tuntas urusannya dengan Richard Ahmad saat menjadi Arini Kusuma, klien barunya di Love Inc. yakni Indra Tauhid alias Ican menginginkan sosok perempuan Minang yang taat beribadah. Jadilah dia berganti nama menjadi Arini Chaniago asal Bukittinggi, Sumatera Barat.

    Arini hadir saat Ican membutuhkan teman kencan sekaligus calon menantu palsu bagi ibunya, Rosmaida yang menantikan Ican untuk segera menikah. Kehadiran Arini tak hanya menimbulkan impresi bagi Ros, tetapi seluruh keluarga dan orang terdekat Ican.

    Jika pada cerita sebelumnya Arini sebagai pelipur sepi pria bujang tua, kali ini Arini bertugas menyenangkan orangtua tunggal Ican, Ndoy, dan Buncun yakni Rosmaida. Lebih-lebih, Ros sudah tersanjung duluan dengan perangai Arini yang pandai memasak, bisa berbahasa Minang, dan taat beribadah.

    Nuansa kental Sumatera Barat membuat penonton akrab dengan ceritanya, apalagi beberapa adegan "long-shot one-take" yang terasa natural. Spontanitas dan pelik keluarga Ican menggambarkan kondisi milenial sekarang, yakni kandas dalam asmara dan status pekerjaan tetap.

    Cerita Love for Sale 2 jelas dimaksudkan menyampaikan perjalanan baru Arini. Untuk sudut pandang cerita lebih mendominasi dari sisi keibuan Rosmaida, orangtua tunggal yang memegang kental adat daerahnya. Semua berpusat pada kehadiran Arini, tapi Ros tetap menjadi prioritas utama semua orang.

    Karakter kuat Ibu Rosmaida terlalu kuat, di mana banyak konflik yang dia hadapi sebagai seorang ibu, orangtua tunggal ketiga putranya, serta mertua yang menghadapi menantu yang berbeda-beda. Konflik batin Rosmaida yang mendominasi dalam film nyaris meredupkan pesan utama yakni perjalanan baru Arini sebagai klien Ican.  

    Love for Sale 2 menyampaikan bagaimana nilai-nilai keluarga itu hidup dalam keluarga besar berlatar budaya Minang. Tanpa melebih-lebihkan, Ndoy mewakili suara anak-anak sulung yang berperan penting sebagai teman bagi orangtua sekaligus tauladan bagi adik-adiknya. Berbeda dengan Buncun, bungsu yang hidupnya dibebaskan sampai bablas.

    Tidak bisa disalahkan sepenuhnya jika tiba-tiba Arini kembali menghilang. Sebab, jangan lupa dia bekerja secara profesional di Love Inc., aplikasi kencan.

    Dalam film sebelumnya, Arini Kusuma diceritakan sebagai perempuan muda asal Tulung Agung yang menemani hari-hari sepi Richard Ahmad, bujang kepala empat. Dia pergi begitu saja setelah menuntaskan pekerjaannya secara profesional.

    Sambutan hangat keluarga, mencuri hati calon mertua dengan cepat, sanggupkah Arini menolak tawaran untuk tetap tinggal bersama Ican? Kalau Arini menikah dengan Ican, bagaimana nasib Richard Ahmad?

    Love for Sale 2

    Sutradara: Andibachtiar Yusuf
    Penulis: Andibachtiar Yusuf, Irfan Ramli
    Produser: Kory Adyaning (Visinema Picures)
    Produser eksekutif: Angga Dwimas Sasongko (Visinema Pictures), Tony Mulani (Tony Mulani Films), Ruben Adrian, Ajeng Parameswari
    Pemain: Adipati Dolken, Della Dartyan, Ratna Riantiarno, Ariyo Wahab, Bastian Steel, Egi Fedly, Yayu Unru, Revaldo, Abdurrahman Arif (Abdul), Gading Marten, Roy Marten
    Rilis di bioskop: 31 Oktober 2019


     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id