Mouly Surya Anggap Sineas Singapura dan India Pesaing Terberat Indonesia

    Cecylia Rura - 19 September 2019 22:15 WIB
    Mouly Surya Anggap Sineas Singapura dan India Pesaing Terberat Indonesia
    Mouly Surya. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
    Jakarta: Sutradara Mouly Surya kembali menduduki bangku juri untuk HOOQ Filmmakers Guild. Acara tahun ketiga ini mengadu para calon sineas di Asia Tenggara melalui karya episodik. Menurut Mouly Surya, Singapura dan India adalah pesaing terberat Indonesia.

    "Singapura negaranya kecil tapi mereka penulisnya jago-jago. Karena edukasinya mereka. Akhirnya kita melihat, kualitas SDM. Awalnya pendidikan dan menurut saya dari Singapura menarik karena mereka punya edukasi yang sangat maju jadi terlihat di karya-karya mereka saat submisi," kata sutradara Marlina Si Pembunuh Empat Babak itu di Jakarta Pusat, Kamis, 19 September 2019.

    Sementara India dinilai cukup lama memproduksi banyak film dan serial yang dikenal sebagai Bollywood.

    "India, karena industri mereka paling tua dari semuanya, industri kuat. Jadi menarik juga membaca proyek-proyek mereka," kata Mouly.

    Mouly Surya menilai, sineas Indonesia perlu terbuka untuk berkarya dan berkompetisi. Wadah kompetisi dari HOOQ ini sebagai wadah besaing dengan sineas negara lain dan mendapat perspektif baru. Bersaing dengan Singapura dan India ikut memacu semangat para sineas untuk menghasilkan karya baik.

    "Kita saingan sama orang Singapura yang pendidikannya lebih bagus dari kita, secara general pendidikannya mayoritas lebih bagus dari kita semua. Kita saingan sama India yang pastinya lebih maju. Menurut saya itu sangat positif buat filmmaker muda memulai," kata Mouly.

    "Secara general pendidikan mereka memang lebih bagus. Bisa diakuin. Kita enggak usah ngomongin film, maksudnya segala sistem. Sama sekolah film mereka lebih banyak," kata Mouly Surya.

    Ini adalah tahun ketiga Mouly Surya menduduki bangku juri HOOQ Filmmakers Guild. Mouly Surya mewakili Indonesia bersama Adinia Wirasti menyeleksi karya sineas dari Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Kamboja, India, dan Indonesia. Mouly dan Adinia menjadi juri bersama lima rekan lain dari negara Asia Tenggara.

    Kompetisi tahun ketiga ini menyiapkan budget lebih dari USD30 ribu untuk memodali pilot episode para karya sineas terpilih. Lima karya terpilih akan dikembangkan menjadi episode percontohan. Yang terbaik dari lima episode naskah berdasarkan pilihan pelanggan HOOQ atau angka penonton akan diproduksi menjadi film serial di HOOQ.

    HOOQ Filmmakers Guild Musim 3 menerima karya dar Singapura, Thailand, Indonesia, Filipina, India, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Peserta harus mengirimkan naskah dan mencakup film serial pendek atau serial lengkap dengan jumlah maksimal 13 epsiode dalam satu musim tanpa batasan genre.

    Kompetisi ini dibuka sejak 30 Juli 2019 hingga 14 Oktober 2019 melalui situs resmi https://v1.genero.com/hooq/.

     

    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id