Arini Lebih Manusiawi di Love for Sale 2

    Cecylia Rura - 04 September 2019 18:11 WIB
    Arini Lebih Manusiawi di Love for Sale 2
    Jumpa pers film Love for Sale 2 di kantor Visinema Pictures, Jakarta Selatan, Rabu, 4 September 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
    Jakarta: Setelah menghilang, Arini kembali dalam Love for Sale 2. Kembalinya Arini menjawab kepergiannya usai memberi cerita bagi kehidupan cinta pria lajang tua, Richard Ahmad. Lantas, bagaimana cerita Arini dalam sekuelnya?

    Arini bakal diperlakukan lebih manusiawi di Love for Sale kedua. Jika pada film pertama menyorot kehidupan lirih Richard soal asmara, maka sekuelnya menghidupkan tentang Arini.

    "Kita (penonton) enggak pernah dapat gambaran Arini siapa. Kita enggak pernah lihat Arini sebagai human. Arini di sana (Love for Sale 1) hanya seperti seorang petugas dari sebuah aplikasi tapi sebenarnya Arini punya kedalaman juga," kata Angga Dwimas Sasongko, produser eksekutif film Love for Sale 2 di kantor Visinema Pictures, Jakarta Selatan, Rabu, 4 September 2019.

    Penulis sekaligus sutradara Andibachtiar Yusuf membedah perbedaan Love for Sale pertama dan kedua. Dia menegaskan penjelasan Angga, cerita Arini secara personal akan lebih dikulik.

    "Apa yang dicari Richard di yang pertama dan Arini jadi partner tambahan. Kalau di sini apa yang sebenarnya dicari sama Arini sebetulnya. Arini enggak seperti mesin lagi," terang Andibachtiar.

    Della Dartyan mendapat tantangan baru memerankan sosok Arini dalam Love for Sale 2. Selain sebagai proyek dengan rasa personal karena awal debutnya mengawali karier akting, Della Dartyan memertahankan pesona Arini sekaligus menunjukkan sisi keluarga.

    "Proyek Love for Sale sangat personal buat aku. Love for Sale pertama sebagai pintu pembuka aku ke dunia seni peran terus dibuat sekuelnya. Otomatis ada tantangan tersendiri. Tantangan itu sebenarnya lebih ke pengembangan karakter Arini di sini akan seperti apa," terang Della Dartyan.

    "Untuk (klasifikasi penonton) umurnya, sebenarnya justru lebih aman, keluarga," katanya.

    Love for Sale pertama mendapat klasifikasi penonton 21 tahun ke atas. Untuk sekuelnya, klasifikasi usia ini bakal menyasar segmen penonton genre keluarga.

    "Kalau tidak punya keluarga, semua punya ibu. Harusnya semua orang relate dengan cerita kedua," kata Andibachtiar. 

    Love for Sale berawal dari kisah Richard, pria lajang yang memesan pacar palsu, Arini Kusuma, melalui aplikasi kencan Love, Inc untuk menghadiri pesta pernikahan temannya. Keputusan itu ternyata berbuntut panjang hingga membuat Richard tak rela melepas kepergian Arini.

    Dalam sekuelnya, kehidupan Arini bakal dikulik lebih dalam dari sisi keluarga. Seorang pria berusia 33 tahun, Indra Tauhid alias Ican dituntut ibunya, Rosmaida, segera menikah. Selain karena ketenaran Ros sebagai ibu kontrakan berdarah Minang di lingkungannya, Ros memprioritaskan anaknya untuk menikah. Ros kemudian memesan menantu palsu melalui aplikasi jodoh Love, Inc.

    Film Love for Sale 2 disutradarai Andibachtiar Yusuf yang sekaligus menulis naskah bersama M. Irfan Ramli.

    Film ini dibintangi Della Dartyan bersama Ratna Riantiarno, Ariyo Wahab, Bastian Steel, Yayu Unru, Egi Fedly, Putri Ayudya, Taskya Namya, Abdurrahman Arif, Revaldo, Tersi Eva Ranti, dan Dayu Wijayanto.

     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id