• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Dipecat dari Marvel, Sutradara James Gunn Ditarik ke DC

Purba Wirastama - 11 Oktober 2018 13:03 wib
James Gunn (Foto: sea.ign.com)
James Gunn (Foto: sea.ign.com)

California: Dipecat dari Disney dan Marvel Studios tidak membuat karier James Gunn terhenti sebagai sutradara-penulis film superhero komik. Belum lama ini, James telah bergabung dengan DC Films untuk mengerjakan film superhero dari komik DC. 

Menurut laporan Deadline, James telah direkrut untuk memimpin proyek film seri Suicide Squad. Film pertama dalam seri ini digarap oleh sutradara David Ayer bersama pemain Margot Robbie, Jared Letto, Will Smith, Viola Davis, dan Joel Kinnaman. 

Sebelum James masuk, proyek film kedua Suicide Squad sebenarnya diserahkan ke sutradara-penulis Gavin O'Connor. Namun Gavin pindah ke proyek film lain berjudul Torrance bersama aktor Ben Affleck. Proyek Torrance juga berjalan di bawah naungan Warner Bros.

James Gunn adalah arsitek di balik dua episode Guardians of the Galaxy yang memberi kesegaran dalam waralaba Marvel Cinematic Universe. Dia juga telah menulis naskah film ketiga, tetapi dipecat dari proyek karena kasus kicauan lama di Twitter. 

Dia pernah menulis ungkapan provokatif 7-10 tahun silam di Twitter. Ungkapan ini memang telah tertimbun, tetapi diangkat lagi oleh sebuah media konservatif dan menarik perhatian banyak pihak, termasuk Disney. 

Kicauan meliputi berbagai lelucon tentang holocaust, pedofilia, dan perkosaan. Menurut Disney, pernyataan lama James di media sosial tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut perusahaan. Pada 20 Juli 2018, Disney mengumumkan pemecatan James. 

Pada hari berikutnya, James merilis pernyataan resmi. Dia menyebut kicauan itu sebagai upaya provokatif yang gagal dan sudah menyesal beberapa tahun silam. Dia menyebut humornya bodoh, sangat tidak sensitif, dan gagal provokatif. Bagi James, humor-humor itu tidak mencerminkan dirinya sekarang atau beberapa tahun belakangan.

"Tak peduli berapa lama waktu berlalu, aku paham dan menerima keputusan bisnis hari ini. Bahkan setelah sekian tahun, aku mengambil tanggung jawab penuh atas caraku membawa diri," kata James lewat media sosial.

"Hal yang bisa kulakukan, selain menyesal dengan jujur dan tulis, adalah menjadi manusia terbaik sebisaku: menerima, paham, dan setia terhadap kesetaraan, serta berpikir lebih panjang tentang pernyataan publik dan kewajibanku dalam obrolan publik," lanjut James.





(ASA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.