Tim Peneliti Uji Sampel Udara Studio Bioskop di Indonesia, Apakah Terdapat Virus Korona?

    Agustinus Shindu Alpito - 31 Maret 2021 12:44 WIB
    Tim Peneliti Uji Sampel Udara Studio Bioskop di Indonesia, Apakah Terdapat Virus Korona?
    Pengujian udara di dalam bioskop (Foto: CInema XXI)



    Jakarta: Seperti kita ketahui bersama, bioskop adalah salah satu sektor industri kreatif paling terpukul akibat pandemi covid-19. Berbagai strategi terus diupayakan agar sektor pefilman, termasuk industri bioskop, pulih. Salah satunya dengan menggandeng perusahaan genomics technology untuk melakukan uji udara di dalam studio bioskop. Hal ini dilakukan guna mengetahui apakah dalam beberapa sampel ditemukan adanya virus covid-19 di udara dalam ruang bioskop?

    Uji coba dilakukan oleh Cinema XXI bersama perusahaan genomics technology, Nusantics. Tim peneliti Nusantics melakukan pengambilan sampel udara dengan alat khusus di lima lokasi bioskop Cinema XXI, pada 23-27 Maret 2021. Pengambilan sampel dilakukan sebelum jam tayang pertama, dan setelah jam tayang terakhir di studio bioskop. Dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, hasil pengujian itu tidak ditemukan partikel virus SARS Cov-2 atau mutasinya, seperti seperti B.1.1.7, B.1.351, E484K dan D614G pada bioskop XXI yang diteliti.






    Hasil ini diharapkan mampu membangkitkan kepercayaan publik untuk perlahan kembali ke bioskop dengan protokol kesehatan dan berbagai kebiasaan terkait kesehatan pada normal baru.

    Berdasarkan data dari filmindonesia.or.id, jumlah penonton film nasional pada 2019 mencapai 52 juta penonton. Angka itu merosot tajam akibat pandemi. Sampai Maret 2021, jumlah penonton film nasional baru 445 ribu penonton. Jika ini terus terjadi, bukan tidak mungkin beberapa sektor perfilman gulung tikar.

    "Jangan jadikan pandemi sebagai penghalang bagi kemajuan industri film tanah air. Kita harus tetap mendukung pelaku industri untuk dapat berkarya dan memastikan karyanya dinikmati masyarakat. Protokol dan upaya pencegahan harus tetap dijalankan, tetapi riset seperti ini juga penting dilakukan secara berkala untuk memastikan kondisi di lapangan demi keamanan bersama," kata Triawan Munaf, Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif.

    Indonesia baru saja merayakan Hari Film Nasional pada 30 Maret kemarin. Tanggal 30 dipilih sebagai Hari Film Nasional berdasarkan tanggal pertama syuting film Darah dan Doa, pada 1950. Darah dan Doa yang disutradarai oleh Usmar Ismail adalah film pertama yang diproduksi oleh orang-orang Indonesia, baik dari rumah produksi, sutradara, sampai para bintangnya.

    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id