Ulasan Film Bilal: A New Breed Of Hero

    13 Mei 2019 14:55 WIB
    Ulasan Film Bilal: A New Breed Of Hero
    Bilal A New Breed Of Hero (Foto: Barajoun Entertainment)
    Perbudakan yang terjadi di Timur Tengah harus merampas keharmonisan antara Bilal dan Ghufairah dengan Ibundanya. Kejadian begitu cepat. Hari itu tiba-tiba saja pasukan berkuda datang menghampiri rumah Bilal yang tidak terjaga dengan ketat, dan berhasil mengobrak-abrik seisi rumah.

    Sejak hari itu pula, Bilal yang saat itu berusia tujuh tahun harus merasakan belenggu kehidupan tanpa kebebasan dan kemerdekaan sebagai manusia. Ia bersama adiknya harus menjalani hidup sebagai budak. Mimpi buruk terus menghantui tidur Bilal. Bermodal pesan ibundanya, Bilal tumbuh dengan pertanyaan besar di kepalanya: apa itu kemerdekaan sejati?

    Waktu terus berjalan, Bilal kini tumbuh menjadi laki-laki yang memiliki janggut dan berewok. Semua gagasan tentang kesetaraaan, keadilan mulai menemui titik cerah saat pertemuannya dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Hamzah bin Abdul Muthalib.

    Saat itu, Shiddiq menyaksikan kebaikan Bilal yang memberi makan pengemis dan mengajarkannya untuk tidak mencuri. Bilal pun terkejut dengan kehadiran saudagar kaya yang secara tiba-tiba menyapa.

    Sejak pertemuan itu, Bilal rutin menemui Shiddiq di sebuah bukit dan terus mencari jawaban atas pertanyaan yang selama ini menghantui dan dianggapnya sebagai omong kosong. Bilal kian mantap dengan ajaran yang diberikan Shiddiq dan menyatakan dirinya telah bebas dari belenggu ketakutan dalam hatinya. Sampai suatu kejadian ia berani melawan Umayyah yang telah bertahun-tahun menjadi tuannya, sekaligus saudagar terpandang di Makkah.

    Bilal hampir lepas dari perbudakan, namun tidak semudah itu Umayyah melepas budak yang telah tumbuh besar tu kepada Shiddiq. Pasalnya Shiddiq harus membayar harga yang tinggi untuk budak yang sedang tidak diperlakukan dengan baik saat itu, tapi setelah melihat mukjizat yang diberikan Tuhan kepada Bilal, sahabat Nabi Muhammad itu memantapkan niatnya membayar mahar tinggi untuk orang yang kelak menjadi muazin pertama umat muslim.

    Secara menyeluruh kisah Bilal yang diceritakan kembali dalam film animasi memang menarik untuk dipertontonkan. Animasi visual digarap dengan sangat baik, namun terasa kurang tepat jika dijadikan film keluarga, karena ada adegan kekerasan.

    Adegan kekerasan sangat digambarkan dengan jelas. Misalnya saja saat kepala Bilal terseret di atas meja, ataupun perang Baddar (saudara) yang banyak mempertontonkan pedang menghujam tubuh antar lawan.

    Hamzah bin Abdul Muthalib juga mendapati porsi dan peran yang cukup besar di kisah Bilal kali ini.


    Bilal: A New Breed Of Hero
    Sutrada: Ayman Jamal dan Khurram Alavi
    Rumah produksi: Barajoun Entertainment
    Rilis Indonesia: 15 Mei 2019
    Klasifikasi LSF: 13+
    Durasi: 107 menit






    (Mardinal Afif)

     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id