Film Karya Yosep Anggi Noen Berkompetisi di Locarno Film Festival

    Cecylia Rura - 30 Juli 2019 11:47 WIB
    Film Karya Yosep Anggi Noen Berkompetisi di Locarno Film Festival
    Film Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah atau The Science of Fictions. (Foto: Dok. Yulia Evina Bhara)
    Jakarta: Sutradara Yosep Anggi Noen merilis film panjang ketiga berjudul Hiruk-Pikuk Si Al-Kisah. Film ini berhasil melenggang ke Locarno Film Festival 2019 di Switzerland dengan judul internasional The Science of Fictions.

    The Science of Fictions juga melakukan pemutaran perdana di Locarno International Film Festival yang digelar selama 7-17 Agustus 2019 dan terpilih pada seksi kompetisi utama.

    The Science of Fictions bercerita tentang Siman, pemuda asal Yogyakarta yang menyaksikan pengambilan gambar pendaratan manusia di bulan oleh kru asing di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Latar tahun film ini berkisar di tahun 1960-an. Siman ditangkap dan dipotong lidahnya.

    Hidup Siman berubah sejak kejadian itu. Dia bergerak lambat seolah melawan gravitasi seperti astronot di luar angkasa. Dia bahkan mendirikan bangunan menyerupai roket di belakang rumah. Siman dianggap gila oleh penduduk desa.  

    The Science of Fictions adalah film panjang ketiga karya sutradrara Yosep Anggi Noen setelah Vakansi Janggal dan Penyakit Lainnya (2012) yang telah melanglang buana ke beberapa festival film internasional serta Istirahatlah Kata-kata (2016), sebuah film tentang perjuangan penyair Wiji Thukul menuntut keadilan kepada pemerintah. Film Istirahatlah Kata-kata juga diputar di beberapa film festival internasional serta mendapat apresiasi baik dari komunitas-komunitas film di Indonesia yang berinisiatif menggelar bioskop mandiri berbayar seperti Malang, Batam, Palembang, dan Palu.

    Dalam festival ini, The Science Fictions berkompetisi dalam ajang Consorso Internasionale bersama sutradara Pedro Costa dari Portugis dan Koji Fukada dari Jepang untuk mendapatkan penghargaan tertinggi Golden Leopard. Dalam catatan rekam jejak, film ini telah diberikan kepada sutradara tersohor dunia di antaranya Jim Jarmusch (1984), Claire Denis (1996), Lav Diaz (2014), Jafar Panahi (1997), dan Hong Sang Soo (2015).

    Film The Science of Fictions diproduksi atas kerjasama Angka Fortuna Sinema, KawanKawan Media, dan Limaenam Films bersama ko-produksi Andolfi (Perancis), Astro Shaw (Malaysia), GoStudio (Indonesia), dan Focused Equipment (Indonesia).

    Selain sebagai sutradara, Yosep Anggi Noen memproduseri film The Science of Fictions bersama Edwin Nazir, Arya Sweta, dan Yulia Evina Bhara. Film ini adalah hasil pengembangan sejak 2013 dan telah dipresentasikan dalam Asian Project Market 2013, Produire Au Sud 2016, Venice GAP Financing-Venice Film Festival 2017, serta mendapat dukungan dari Asian Cinema Fund 2014 dan Hubert Bals Fund + Europe - Rotterdam International Film Festival.

    Film ini dibintangi Gunawan Maryanto, Yudi Ahmad Tajudin, Lukman Sardi, Ecky Lamoh, Alex Suhendra, Marissa Anita, Rusini, dan Asmara Abigail.

    Locarno International Film Festival adalah festival terkemuka sejajar dengan Cannes, Venice, Berlin, dan Sundance. Untuk tahun ini gelaran Locarno International Film Festival masuk tahun ke-72.
     



    (ASA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id