Ulasan Film Milea: Suara dari Dilan

    Cecylia Rura - 15 Februari 2020 16:05 WIB
    Ulasan Film Milea: Suara dari Dilan
    Milea: Suara dari Dilan. (Foto: Max Pictures)
    Jakarta: Fanatisme terhadap Dilan mungkin tak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Namun, getar-getir manis Dilan-Milea masih membangkitkan rasa penonton, mengobati patah hati menyaksikan keputusan mereka di film sebelumnya.

    Ruang kosong cerita pertama dan kedua terjawab dalam trilogi penutup, Milea: Suara dari Dilan.

    Cerita kali ini dinarasikan oleh Dilan (Iqbaal Ramadhan), pemilik kisah agung tentang cinta remaja di Bandung yang ditampakkan telah melalui masa-masa kasmaran. Menit pertama dibuka dengan sepotong adegan Dilan sebagai narator, mengisahkan awal kenangan ketika mengetahui keberadaan murid pindahan asal Jakarta, Milea (Vanesha Prescilla).

    Sembari mereka ulang adegan demi adegan pertemuan Dilan dan Milea, Dilan menunjukkan ketertarikannya sebagai remaja penasaran dan jatuh cinta dengan paras Milea. Bukan lagi Pengeran Tempur ketua geng motor dari kacamata Milea di dua film sebelumnya.

    Dilan kali ini menunjukkan sisi manusiawi sebagai remaja lelaki yang emosional, perasa, dan toleran. Dilan dilanda dilematis ketika harus membagi diri untuk sahabat dan kekasih. Secara tak langsung, penggemar fanatik diajak sama-sama mendewasakan diri dari cerita cinta remaja yang telah menggelora sejak lima tahun belakangan melalui novel Pidi Baiq.

    Kisah Dilan kali ini pun menggambarkan hubungan ayah dan anak lelaki, serta anak lelaki dan ibunya. Bagi pembaca, tentu tahu kepergian ayah Dilan akan membuat tersedu-sedu. Tak lagi cinta remaja melulu, Milea: Suara dari Dilan juga berkisah tentang keluarga sebagai support system utama.

    Karena ini kisah dari sudut pandang Dilan, rasanya 50 persen memang hanya mengambil gambar dari kedua film sebelumnya. Selebihnya, penonton bisa mengeksekusi sendiri mana bagian terbaru dalam penutup trilogi ini.

    Bagi pembaca, ada kemungkinan terbagi dalam dua kelompok. Mereka yang mempertanyakan kehadiran Anchika dan penggemar yang puas melihat kisah ini hanya milik Dilan dan Milea.

    Terlepas dari kisah Dilan-Milea, ada yang kurang memuaskan ketika menyaksikan masa depan Dilan dan Milea kembali bertemu di usia yang terbilang matang. Tak ada pengembangan atau perubahan yang terjadi secara fisik dan penampilan dari keduanya. Hanya Dilan ditampakkan memiliki hati kesatria yang ikhlas melihat Milea bersama pria lain.

    Milea: Suara dari Dilan disebutkan sebagai trilogi penutup. Bukan tidak mungkin ada cerita lanjut. Sebab, jika Milea ditampakkan bersama Mas Herdi, Dilan perlu menceritakan kisahnya bersama Anchika yang pernah ditemui. Bagi penggemar kisah dari pena Ayah Pidi Baiq, film Milea: Suara dari Dilan bukan benar-benar akhir dari sejak alkisahnya.

    Milea: Suara dari Dilan

    Sutradara: Fajar Bustomi, Pidi Baiq
    Penulis: Pidi Baiq, Titien Wattimena
    Produksi: Max Pictures, Falcon Pictures
    Pemain: Iqbaal Ramadhan, Vanesha Prescilla, Andovi Da Lopez, Adhisty Zara, Ira Wibowo, Bucek Depp, Gusti Rayhan, Yuriko Angeline, Zulfa Maharani, Debo, Happy Salma, Refal Hady
    Tayang di bioskop: 13 Februari 2020

     



    (ELG)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id