• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 21 OKT 2018 - RP 46.708.723.881

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

The Night Comes for Us, Film Baru Iko Uwais dan Joe Taslim Dirilis di Netflix

Purba Wirastama - 27 September 2018 19:59 wib
Adegan film The Night Comes For Us (Foto: dok. Screenplay
Adegan film The Night Comes For Us (Foto: dok. Screenplay Infinite Films)

Jakarta: Film laga thriller The Night Comes For Us garapan sutradara dan penulis Timo Tjahjanto akhirnya siap dirilis ke publik. Netflix membeli hak edar global untuk film ini dan akan merilisnya pada 19 Oktober mendatang.

The Night Comes For Us (TNCFU) sekaligus akan menjadi film asli Netflix perdana dari Indonesia. Proyeknya dimulai sejak 2014 dan melibatkan banyak pemain papan atas, seperti Iko Uwais, Joe Taslim, Julie Estelle, Sunny Pang, Zack Lee, Shareefa Daanish, Hannah Al Rashid, Dian Sastrowardoyo, Abimana Aryasatya, Epy Kusnandar, dan Morgan Oey.

Film berkisah tentang sindikat kejahatan di Jakarta pimpinan Ito (Joe Taslim), yang mengalami kisruh internal setelah Ito menghilang secara misterius. Begitu kembali sekian tahun kemudian, Ito, yang melindungi seorang gadis muda, harus menghadapi sejumlah masalah, mulai dari geng penguasa baru yang menagih hutang simpanan, hingga kawan lamanya Arian (Iko Uwais) yang bergabung ke kelompok mafia Makau.



Iko, yang juga terlibat sebagai penata adegan laga, menyebut The Night Comes For Us jauh lebih kompleks dan bengis dibanding Headshot (2016). Dalam Headshot, Iko juga beradu laga dengan Sunny Pang dan Julie Estelle.

"Di sini (TNCFU) malah lebih kompleks, lebih violent daripada Headshot. Makanya produser Indonesia, dari Screenplay, dia kayaknya memberikan kebebasan buat saya dan Timo. Kalau kemarin (Headshot) sih jujur saja, saya agak ngerem untuk adegan kekerasan," kata Iko di Jakarta, 19 September 2017.

The Night Comes for Us Disebut Lebih Bengis dari Headshot

TNCFU diproduksi Screenplay Infinite Films, kongsi bentukan Screenplay Films dan Infinite Frameworks. Film ini telah ditayangkan perdana dalam Fantastic Fest di Austin pada 23 September.

Selain TNCFU, setidaknya ada tiga film Indonesia lain yang akan dirilis secara global oleh Netflix. Produser Sunil Soraya menyebut bahwa platform streaming asal New York ini sedang membeli hak edar tiga film produksi Soraya Intercine Films.

"Tiga film kami memang (dibeli) Netflix untuk worldwide. Target, Mata Batin, The Doll. Sebelum tanda tangan kontrak, saya enggak bisa bilang (jadwal rilis)), tetapi kami sedang proses ke sana," kata Sunil saat ditemui usai pengumuman film Suzzanna di Cikini pada Selasa lalu.

Netflix sedang melakukan ekspansi konten film dan serial mereka. Pada Mei lalu, menurut laporan SayMeTech, pihak Netflix menyatakan mereka sedang belanja ratusan judul dan serial dari beberapa negara. Mereka berharap akan punya 1.000 judul tayangan asli pada akhir 2018.

 


(ELG)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.